Makan Tanpa Bayar di Warung Sedekah Fahutan

Berbagi dengan sesama adalah satu di antara amal ibadah yang bisa dilaksanakan oleh manusia sebagai makhluk sosial.

Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Tanjungpura (Untan) mewujudkan rasa simpati dengan cara berbagi tersebut yang dikemas dengan nama Warung Sedekah Fahutan.

Warung Sedekah Fahutan berbagi makanan gratis bagi siapa saja yang membutuhkan dan digelar di halaman Fakultas Kehutanan setiap Hari Jumat, setelah pelaksanaan Salat Jumat.

Dekan Fakultas Kehutanan Untan, Dr. Gusti Hardiansyah mengatakan, Warung Sedekah Fahutan ini sudah berjalan selama 1 bulan.

“Sudah 4 jumat ini, dan insya Allah menjadi tabligh budaya kita untuk peduli sesama yang membutuhkan. Pola pikir warung yang kapitalis harus diingatkan bahwa ada pihak atau saudara dan saudari kita,tukang becak, mahasiswa, orang yang fakir, miskin, dhuafa dan yang lainnya yang membutuhkan,” tuturnya.

“Sebagai umat manusia, kita civitas akademika jangan monoton berpikir Tri Dharma Perguruan Tinggi saja, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Namun, keduniaan harus diimbangi dengan keakheratan, bagi yang menyakini kekuatan bersedekah, salah satunya melalui berbagi makanan.”

Dr. Gusti Hardiansyah menyebutkan, Warung Sedekah Fahutan ini terinspirasi dari rekan-rekan yang peduli dengan keadaan sosial masyarakat.

“Idenya sebenarnya dari teman-teman dosen dan karyawan yang konsen atau peduli terhadap saudara kita yang kurang beruntung. Juga ada pembelajaran dari saudara kita muslim yang di Jogja dan Jakarta,” katanya.

Dr. Gusti Hardiansyah menjelaskan, biaya untuk Warung Sedekah Fahutan ini dikumpulkan dari para donatur, baik civitas akademika dan alumni.

“Donasinya boleh langsung berbentuk nasi bungkus, nasi kotak atau berupa uang yang dimasukkan ke kotak amal atau rekening yang ditunjuk. Biaya rerata perkotak 15 ribu rupiah, untuk lauk pauknya bervariasi sesuai jadwal”.

“Karbohidratnya nasi dan mie, proteinnya dari potongan daging ayam, daging sapi serta sayuran kacangan, kol, wortel, timun, tak lupa tempe atau tahu,” papar Dr. Gusti Hardiansyah.

Dr. Gusti Hardiansyah menambahkan, dari menu yang disajikan, yang spesial air minumnya diproduksi menggunakan teknologi MMF-RO (Multimedia Filter-River Osmosis).

“Kita olah dari air gambut menjadi air kemasan galon, yang sudah dipatenkan Untan dan sudah melalui tahap uji laboratorium di Dinas Kesehatan samping RSUD Soedarso Pontianak. Untuk makanannya, target tahap ini setiap Jumat minimal 40 kotak atau bungkus,” pungkasnya.