Seminar Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme dan Penyebaran Paham-Paham yang Bertentangan dengan Ideologi Negara

Menurut Undang-undang No. 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, pengertian tindak pidana terorisme adalah setiap tindakan dari seseorang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap publik secara luas.

Tindakan dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau menghancurkan obyek-obyek vital yang strategis atau fasilitas publik/internasional tersebut, bahkan dapat menimbulkan korban yang bersifat massal.

Untuk mencegah paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila maka diperlukan beberapa upaya terutama di bidang pendidikan.

Misalnya dengan menggiatkan pendidikan Pancasila di kalangan siswa sekolah dan mahasiswa.

Dan juga bagi masyarakat umum, bisa dengan mengadakan berbagai seminar yang bertemakan pendidikan wawasan kebangsaan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan bangsa.

Hal inilah yang melatar belakangi Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura mengadakan Seminar Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme dan Penyebaran Paham-Paham yang Bertentangan dengan Ideologi Negara.

Kegiatan ini berujuan :
a. Menambah pengetahuan mahasiswa bahwa bentuk-bentuk tindkan terorisme adalah tidak baik dan harus dijauhi.
b. Mengajak mahasiswa untuk membantu memberikan edukasi kepada lingkungan sendiri terutama keluarga dan masyarakat bahwa terorisme adalah hal yang sangat merusak bangsa dan negara.
c. Mengajak mahasiswa untuk menjauhi paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara seperti, komunis, marxisme dan radikalisme.

Seminar Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme dan Penyebaran Paham-Paham yang Bertentangan dengan Ideologi Negara ini dilakukan dalam bentuk Webinar (seminar berbasis Web) yang dilakukan secara daring dan juga luring pada tanggal 12 September 2020 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak.