Webinar K3, Manajemen Resiko, Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana di Perguruan Tinggi

Pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja sangat diperlukan agar mampu mengelola dan meminimalisir resiko kecelakaan kerja sekaligus menciptakan rasa aman dan tenang bagi para pekerja karena mereka terlindungi.

Mahasiswa adalah asset penting yang akan menjadi angkatan kerja di masa yang akan datang. Oleh karena itu, pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja harus sedini mungkin diberikan sejak di bangku kuliah guna mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja setelah lulus kuliah.

Terkait dengan manajemen resiko, resiko tidak hanya dapat terjadi di dunia kerja, letak geografis dan geologis Indonesia dalam “ring of fire” membuat negara ini rentan akan terjadinya bencana.

Oleh karena itu peran Perguruan Tinggi sangat dibutuhkan untuk mendukung Pemerintah dalam penangggulangan bencana baik sebelum, saat, dan setelah bencana untuk bersinergi dengan instansi terkait.

Pendidikan kebencanaan perlu dikembangkan oleh Perguruan Tinggi terutama yang berada pada lokasi rawan bencana. Pendidikan Kebencanaan bertujuan untuk mengurangi risiko akibat bencana yang meliputi potensi terjadinya bencana dan sejarah bencana yang pernah terjadi pada suatu wilayah, bentuk antisipasi, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap tanda-tanda bencana, dampak bencana bagi individu, keluarga, dan komunitas, cara penanganan dalam kondisi bencana, serta cara menyelamatkan diri cara bertahan hidup dalam situasi bencana.

Diharapkan Perguruan Tinggi dapat mengintegrasikan perannya dalam penanggulangan bencana kedalam kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi baik melalui Program Pendidikan, Penelitian maupun Pengabdian Kepada Masyakat.
Di sisi lain, dengan pandemic covid 19 yang kita alami saat ini, muncul resiko lain yang mengharuskan kita untuk mengubah perilaku dan pola hidup kita menjadi lebih sehat.

Semua hal inilah yang melatarbelakangi dilaksanakannya “Webinar K3, Manajemen Resiko, Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana di Perguruan Tinggi, yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Fakultas Kehutanan Untan secara daring pada tangga; 13 Agustus 2021.