Fakultas Kehutanan UNTAN

Membangun Hutan yang Berkelanjutan dengan Inventarisasi Karbon dan Bioteknologi

Kebakaran lahan gambut telah menjadi masalah yang serius di seluruh dunia. Lahan gambut adalah jenis tanah yang sangat rentan terhadap kebakaran dan bisa menyebabkan emisi gas rumah kaca yang tinggi.

Kebakaran lahan gambut juga dapat menyebabkan kerusakan ekosistem yang luas dan berdampak pada kesehatan manusia.

Sayangnya, upaya-upaya untuk mengatasi kebakaran lahan gambut belum sepenuhnya berhasil. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti kurangnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat, serta kurangnya teknologi yang efektif untuk mencegah dan memadamkan kebakaran lahan gambut.

Namun, teknologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kebakaran lahan gambut.

Ada beberapa teknologi yang dapat digunakan untuk mencegah dan memadamkan kebakaran lahan gambut, seperti penggunaan drone dan sistem pemantauan jarak jauh untuk mendeteksi kebakaran dini, penggunaan bahan kimia non-toxic untuk mencegah kebakaran, serta teknologi pemadaman yang inovatif seperti menggunakan bahan kimia yang dihasilkan oleh bakteri.

Penggunaan drone dan sistem pemantauan jarak jauh dapat membantu dalam mendeteksi kebakaran dini dan memberikan informasi real-time kepada petugas pemadam kebakaran. Penggunaan bahan kimia non-toxic juga dapat membantu dalam mencegah kebakaran lahan gambut.

Selain itu, teknologi pemadaman inovatif seperti penggunaan bahan kimia yang dihasilkan oleh bakteri juga dapat menjadi alternatif yang efektif.

Dalam menghadapi masalah kebakaran lahan gambut, teknologi dapat menjadi solusi yang efektif. Namun, penting juga untuk mengadopsi pendekatan holistik dan melibatkan semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan lahan gambut.

Dengan cara ini, kita dapat memastikan bahwa lahan gambut kita tetap lestari dan berdampak positif pada lingkungan dan kesehatan manusia.

Hal inilah yang melatarbelakangi Fahutan Untan menyelenggarakan Ramin Series 16 yang mengangkat tema “Inventarisasi Karbon Hutan & Bioteknologi Hutan”.

Acara dilaksanakan pada hari Minggu 12 Maret 2023 pukul 09.00-12.00 WIB dengan menghadirkan 3 orang narasumber yaitu Dr. Ir. Wiwik Ekyastuti, M.Si (Fahutan Untan), Prof. Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, M.Sc, QAM, IPU (Fahutan Untan), dan Rabbirl Yarham Mahardika (WikiGambut Kalimantan Barat).

Tema ini dianggap penting karena Perubahan iklim dan pemanasan global telah menjadi masalah global yang semakin mendesak untuk diselesaikan. Salah satu penyebabnya adalah deforestasi atau pengurangan luas hutan di seluruh dunia.

Deforestasi berdampak pada berkurangnya karbon yang disimpan di hutan dan meningkatnya emisi gas rumah kaca, sehingga menyebabkan perubahan iklim semakin cepat terjadi.

Sayangnya, upaya-upaya untuk menghentikan deforestasi dan memulihkan hutan telah terhambat oleh berbagai faktor seperti kebijakan yang kurang tepat, ketidakmampuan dalam melakukan pengawasan, dan kurangnya dukungan dari masyarakat.

Hal ini mengakibatkan kebutuhan akan solusi yang inovatif dan terintegrasi untuk mengatasi masalah deforestasi semakin mendesak.

Inventarisasi karbon hutan dan bioteknologi hutan dapat menjadi solusi inovatif dan terintegrasi untuk mengatasi masalah deforestasi. Inventarisasi karbon hutan dapat membantu dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan memantau jumlah karbon yang disimpan di dalamnya.

Sementara itu, bioteknologi hutan dapat membantu dalam mempercepat pemulihan hutan yang rusak dan meningkatkan produktivitas hutan untuk mengurangi tekanan terhadap hutan yang masih ada.

Inventarisasi karbon hutan dilakukan dengan cara mengukur jumlah karbon yang tersimpan di hutan dan memantau perubahannya dari waktu ke waktu. Hal ini dapat membantu dalam perencanaan pengelolaan hutan yang lebih baik dan memastikan bahwa hutan dapat menyimpan sebanyak mungkin karbon.

Selain itu, bioteknologi hutan dapat membantu dalam pemulihan hutan yang rusak dengan cara mengembangkan tanaman dan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas hutan dan mempercepat proses regenerasi hutan.

Dalam menghadapi masalah deforestasi yang semakin mendesak, solusi yang inovatif dan terintegrasi seperti inventarisasi karbon hutan dan bioteknologi hutan sangat penting untuk dilakukan.

Dengan mengadopsi pendekatan yang holistik, kita dapat memastikan bahwa hutan kita tetap lestari dan dapat membantu mengatasi masalah perubahan iklim.

Tinggalkan Komentar

Lokasi Kampus

Search