Layanan
Laboratorium Kimia Hasil Hutan
Katalog Alat Laboratorium
Layanan Peminjaman Alat Riset
Akses peminjaman peralatan preparasi sampel, instrumen ekstraksi dan destilasi, serta perangkat analisis kimia untuk riset komoditas hasil hutan non-kayu.
Layanan Uji Laboratorium
Layanan Pengujian & Analisis Sampel
Melayani uji sifat kimia kayu, analisis kadar zat ekstraktif, identifikasi komponen minyak atsiri, getah, serta bioprospecting senyawa aktif komoditas hutan tropis.
Pengujian kadar abu (ash content) dan volatile matter merupakan analisis yang bertujuan untuk menentukan karakteristik fisikokimia suatu bahan melalui pengukuran kandungan residu mineral (abu) dan kadar zat mudah menguap. Kedua parameter ini banyak digunakan untuk mengevaluasi kualitas biomassa, arang, biochar, briket, pelet, kayu, limbah pertanian, serta bahan padat lainnya.
Kadar abu menunjukkan jumlah residu anorganik yang tertinggal setelah sampel dibakar pada suhu tinggi, sedangkan volatile matter menunjukkan jumlah komponen yang menguap akibat pemanasan pada kondisi tertentu. Hasil pengujian dinyatakan dalam persentase (%) dan dapat digunakan sebagai parameter mutu untuk kegiatan penelitian, pengembangan produk, maupun pengendalian kualitas
Pengujian aktivitas antijamur merupakan layanan untuk mengevaluasi efektivitas bahan pengawet, ekstrak, atau senyawa dalam menghambat pertumbuhan jamur pelapuk kayu Schizophyllum commune. Pengujian dilakukan menggunakan metode difusi pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dalam kondisi laboratorium yang terkendali. Hasil pengujian digunakan untuk menilai potensi antijamur suatu bahan berdasarkan kemampuan menghambat pertumbuhan miselium jamur.
Pengujian minyak atsiri merupakan analisis untuk menentukan kadar atau rendemen minyak atsiri yang terkandung dalam suatu bahan tanaman aromatik. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah minyak atsiri yang dihasilkan dari sampel dan dapat digunakan sebagai salah satu parameter mutu bahan baku maupun produk berbasis minyak atsiri.
Layanan ini dapat diterapkan pada berbagai jenis sampel, seperti daun, bunga, kulit batang, biji, rimpang, buah, maupun bagian tanaman aromatik lainnya yang telah dipersiapkan oleh konsumen. Hasil pengujian dinyatakan dalam bentuk persentase (%) rendemen minyak atsiri berdasarkan berat sampel dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian, pengembangan produk, maupun pengendalian mutu
Pengujian kadar air merupakan analisis untuk menentukan jumlah kandungan air yang terdapat dalam suatu bahan berdasarkan metode gravimetri (pengeringan dalam oven) hingga diperoleh berat konstan. Nilai kadar air dinyatakan dalam persentase (%) terhadap berat sampel dan menjadi salah satu parameter penting dalam menentukan mutu, stabilitas, umur simpan, serta karakteristik fisik dan kimia suatu bahan.
Layanan ini dapat digunakan untuk berbagai jenis sampel, seperti biomassa lignoselulosa, kayu, serbuk kayu, pulp, kertas, pakan, pangan, simplisia, bahan baku industri, maupun bahan padat lainnya yang telah dipersiapkan oleh konsumen.
Pengujian aktivitas anti rayap merupakan metode laboratorium untuk mengevaluasi efektivitas suatu bahan pengawet atau ekstrak dalam menghambat serangan rayap. Efektivitas bahan dinilai berdasarkan tingkat kematian rayap (mortalitas) dan persentase kehilangan berat sampel uji setelah periode pengujian.
Pengujian kadar holoselulosa bertujuan untuk menentukan kandungan total karbohidrat struktural dalam biomassa lignoselulosa, yang terdiri atas selulosa dan hemiselulosa setelah lignin dihilangkan melalui proses delignifikasi. Analisis ini banyak digunakan dalam penelitian dan pengembangan bahan baku kehutanan, pertanian, pulp dan kertas, bioenergi, biomaterial, serta berbagai produk berbasis lignoselulosa.
Data kadar holoselulosa dapat digunakan untuk:
- Menentukan karakteristik kimia kayu dan biomassa.
- Mendukung penelitian pemanfaatan biomassa lignoselulosa.
- Mengevaluasi kualitas bahan baku industri pulp dan kertas.
- Menjadi parameter dalam penelitian bioetanol, biokomposit, dan biorefinery.
Analisis dilakukan menggunakan metode standar yang mengacu pada prosedur laboratorium yang tervalidasi dengan hasil berupa persentase (%) kadar holoselulosa berdasarkan berat kering sampel.