Fakultas Kehutanan UNTAN Hadiri Rakor Pengendalian Karhutla Bersama Menteri Kehutanan RI

Foto bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia
Sinergi Multipihak: Foto bersama Menteri Kehutanan RI (Dok. Sylva Media)

KUBU RAYA — Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat yang dipimpin oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.45 WIB di Markas Manggala Agni Daops Kalimantan VIII/Pontianak, Jalan Rasau Jaya Km. 26, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Keikutsertaan Fakultas Kehutanan UNTAN dalam forum strategis ini sejalan dengan visi dan misi Fakultas Kehutanan khususnya Misi Kemitraan Berkelanjutan yaitu menjalin kerjasama secara berkelanjutan dengan pemangku kepentingan (multistakeholders) dan merupakan kegiatan yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada SDG 13 – Climate Action; SDG 15 – Life on Land; SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions; dan SDG 17 – Partnerships for the Goals.

Rapat koordinasi diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan melalui Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

Perkuat Koordinasi Lintas Sektor dalam Pengendalian Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan lingkungan yang membutuhkan penanganan secara terpadu. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kerusakan kawasan hutan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas lingkungan, kesehatan dan keselamatan masyarakat, aktivitas sosial ekonomi, serta keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam. Karena itu, koordinasi antara pemerintah, perguruan tinggi, aparat keamanan, lembaga teknis, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan masyarakat di tingkat tapak menjadi bagian penting dalam memperkuat pencegahan serta pengendalian karhutla.

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Kehutanan RI menjadi ruang bersama bagi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi El Nino, mitigasi kebakaran hutan dan lahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

Libatkan Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat

Kegiatan melibatkan berbagai unsur strategis di Kalimantan Barat, antara lain Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ketua DPRD Kalimantan Barat, Pangdam XII/Tanjungpura, Kapolda Kalimantan Barat, Kajati Kalimantan Barat, Danlanud Supadio, Danlantamal XII/Pontianak, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, serta Badan Intelijen Negara Daerah Kalimantan Barat.

Unsur perguruan tinggi turut terlibat melalui Universitas Tanjungpura yang diwakili oleh Dekan Fakultas Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut, M.Si, IPU, Universitas Panca Bhakti, dan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Selain itu, hadir sejumlah perangkat daerah Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BPBD, BMKG, Kantor SAR, serta instansi yang membidangi lingkungan hidup, kehutanan, perkebunan, pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan perencanaan pembangunan.

Dari lingkup Kementerian Kehutanan, kegiatan melibatkan seluruh unit pelaksana teknis, antara lain Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Balai KSDA Kalimantan Barat, BPDAS Kapuas, BPKH Wilayah III Pontianak, Balai PHL Wilayah X Pontianak, Balai Gakkumhut Wilayah Kalimantan, Balai Perhutanan Sosial, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum, Balai Taman Nasional Gunung Palung dan Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

Pemerintah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, pemerintah kecamatan dan desa, serta organisasi dan asosiasi seperti APHI Kalimantan Barat, GAPKI Kalimantan Barat, PMI Kalimantan Barat, dan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) juga menjadi bagian dalam forum koordinasi tersebut.

Peran Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Hutan dan Lingkungan

Keikutsertaan Fakultas Kehutanan UNTAN dalam rapat koordinasi menjadi bagian dari penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi permasalahan pengelolaan sumber daya hutan dan lingkungan. Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN menyampaikan “Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran, tetapi persoalan ekologi, sosial, ekonomi, dan tata kelola. Karena itu, solusinya harus dilakukan secara kolaboratif, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada keberlanjutan.”

Keterlibatan perguruan tinggi membuka ruang bagi pengembangan pendidikan dan penelitian yang semakin relevan dengan persoalan aktual kehutanan, khususnya dalam konteks hutan tropis, lahan basah, dan ekosistem gambut di Kalimantan Barat.

Forum seperti ini memberikan konteks lapangan yang penting bagi institusi pendidikan kehutanan dalam memahami tantangan pengendalian karhutla yang tidak hanya berkaitan dengan aspek ekologis, tetapi juga menyentuh aspek kelembagaan, kebijakan, teknologi, sosial, dan partisipasi masyarakat.

Selaras dengan Visi dan Misi Fakultas Kehutanan UNTAN

Partisipasi dalam kegiatan ini sejalan dengan upaya Fakultas Kehutanan UNTAN dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang unggul berbasis sumber daya hutan tropis.

Kalimantan Barat memiliki bentang alam hutan tropis, lahan basah, dan ekosistem gambut yang memiliki nilai ekologis penting sekaligus menghadapi berbagai tantangan pengelolaan, termasuk risiko kebakaran hutan dan lahan.

Keterlibatan dalam forum multipihak juga mendukung misi Fakultas Kehutanan UNTAN dalam memperkuat kerja sama berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah pusat dan daerah, lembaga teknis, aparat, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting bagi pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Mendukung Pencapaian SDGs

Peran aktif Fakultas Kehutanan UNTAN dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan memiliki keterkaitan erat dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan ini terutama mendukung SDG 13 – Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) karena pencegahan dan pengendalian karhutla menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kerusakan lingkungan serta emisi yang ditimbulkan akibat kebakaran.

Selain itu, kegiatan juga berkaitan dengan SDG 15 – Life on Land (Ekosistem Daratan) melalui upaya perlindungan kawasan hutan, keanekaragaman hayati, habitat satwa, serta ekosistem daratan dan gambut dari ancaman kebakaran.

Dari sisi kelembagaan, kegiatan mendukung SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan koordinasi antarlembaga dalam menangani persoalan lingkungan secara terpadu.

Keterlibatan berbagai unsur pemerintah, perguruan tinggi, aparat, lembaga teknis, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan masyarakat juga mencerminkan SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Perkuat Komitmen Menjaga Hutan Kalimantan Barat

Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura hadir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bagian dari penguatan sinergi multipihak dalam pencegahan dan pengendalian Karhutla.

Melalui partisipasi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Fakultas Kehutanan UNTAN menegaskan pentingnya keterhubungan antara dunia akademik dengan upaya nyata pengelolaan serta perlindungan lingkungan.

Fakultas Kehutanan UNTAN menegaskan kesiapan berkontribusi melalui riset, inovasi teknologi, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kapasitas SDM dalam pengendalian Karhutla di Kalimantan Barat. Peran ini untuk terbangunnya kolaborasi yang lebih kuat antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, dengan pendekatan pengendalian Karhutla yang berbasis ilmu pengetahuan, data, dan kondisi ekologis wilayah.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla, menjaga kelestarian ekosistem hutan dan lahan gambut, serta mendukung pengelolaan sumber daya hutan tropis Kalimantan Barat secara berkelanjutan.

Kontribusi Fakultas Kehutanan UNTAN diarahkan untuk mendukung pencegahan Karhutla secara berkelanjutan, perlindungan ekosistem hutan dan gambut, serta terwujudnya Kalimantan Barat yang lebih tangguh terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Keikutsertaan Fakultas Kehutanan UNTAN dalam forum strategis tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam membangun sinergi ilmu pengetahuan, kebijakan, kelembagaan, dan partisipasi masyarakat untuk menjaga keberlanjutan sumber daya hutan bagi generasi mendatang.

Suasana Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla Kalbar yang dipimpin Menteri Kehutanan RI di Kubu Raya.

Koordinasi Lintas Sektor: Suasana Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla di Markas Manggala Agni Daops Pontianak dalam merumuskan strategi terpadu mitigasi kebakaran hutan dan ekosistem gambut di Kalimantan Barat. (Dok. Sylva Media)

Bagikan :

Temukan Berita Lainnya

Foto bersama 490 mahasiswa baru Generasi TENGKAWANG dan pimpinan Fahutan UNTAN pada penutupan PKKMB dan Matrikulasi 2026.
Rangkaian PKKMB dan Matrikulasi Fahutan UNTAN 2026 Resmi Ditutup: Dekan Sambut 490 Mahasiswa Baru Gen TENGKAWANG Menuju Petualangan Akademik
Tim pendamping Fahutan UNTAN dan warga berfoto bersama usai FGD IMAS Desa Mandiri Peduli Gambut di Kubu Raya.
Dari Pemetaan Bersama, Menuju Program Desa Mandiri Peduli Gambut yang Lebih Tepat Sasaran
Foto bersama seluruh civitas akademika dan mahasiswa Fakultas Kehutanan UNTAN usai Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Rektorat.
Fakultas Kehutanan UNTAN Hadir Memeriahkan Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia
Penandatanganan kerja sama riset antara Fahutan UNTAN, PKR Mikroba Karst UNHAS, dan BRIN.
Perkuat Kolaborasi Riset Nasional: Fahutan UNTAN Resmi Jalin Kerja Sama dengan PKR Mikroba Karst UNHAS–BRIN

Tag

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai berita atau detail teknis terkait pengumuman ini? Jangan ragu untuk menghubungi Tim Media Center Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN.