SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Laboratorium Silvikultur dan Bioteknologi Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura, menyelenggarakan pelatihan perbanyakan bibit tanaman hutan secara generatif dan vegetatif sebagai bagian dari penguatan keterampilan lapangan mahasiswa. Inisiatif ini menegaskan komitmen Fakultas Kehutanan UNTAN dalam menyediakan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan konservasi hutan.
Dengan bimbingan langsung dari para dosen ahli, laboran, dan asisten praktikum, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengaplikasikan berbagai metode perbanyakan bibit, memastikan mereka siap menghadapi tantangan di lapangan. Suasana pelatihan berlangsung aktif, dengan mahasiswa mencoba langsung teknik penyemaian benih dan pembuatan stek. Diskusi juga berjalan dua arah, terutama saat membahas kendala yang sering ditemui dalam proses pembibitan di lapangan.
Mengenal Dua Metode Perbanyakan
Mahasiswa dikenalkan pada metode generatif melalui benih dan vegetatif seperti stek. Keduanya dijelaskan dari sisi keunggulan dan penggunaannya sesuai kondisi lapangan.
Praktik Langsung di Lapangan
Program pelatihan ini dirancang dengan pendekatan praktikum yang kuat. Mahasiswa tidak hanya menerima teori di kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan setiap tahapan di laboratorium dan persemaian. Dosen Laboratorium Silvikultur, laboran, dan asisten praktikum secara aktif mendampingi, memberikan panduan, dan menjawab pertanyaan, menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan mendalam. Interaksi ini memastikan transfer pengetahuan yang efektif dan pembentukan keterampilan praktis yang solid.
Pentingnya Bibit Berkualitas
Ditekankan bahwa kualitas bibit menjadi faktor utama dalam keberhasilan penanaman, terutama untuk kegiatan rehabilitasi dan pengelolaan hutan. Pelatihan perbanyakan bibit tanaman hutan secara generatif dan vegetatif ini merupakan investasi penting bagi masa depan kehutanan Indonesia.
Dengan membekali mahasiswa Fakultas Kehutanan UNTAN dengan keterampilan ini, diharapkan mereka akan menjadi agen perubahan yang mampu mengimplementasikan praktik silvikultur terbaik, mendukung upaya reboisasi, dan berkontribusi pada pengelolaan hutan lestari yang produktif dan berkelanjutan. Fakultas Kehutanan UNTAN terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang siap menjawab tantangan global dalam konservasi dan pemanfaatan sumber daya hutan.
