Pontianak – Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) terus berupaya memperluas kiprahnya dalam edukasi dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini diwujudkan secara nyata melalui penyelenggaraan kegiatan “Pelatihan Pembuatan Kerajinan Kayu” yang diinisiasi oleh unit Workshop Pengerjaan Kayu dan Kriya Hasil Hutan, dengan menggandeng para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai peserta utama.
Kegiatan yang sejalan dengan semangat kolaborasi pendidikan dan pengenalan dunia kampus ini sukses memantik antusiasme tinggi dari para pelajar kejuruan. Atmosfer positif serta semangat belajar tersebut terekam jelas pada sesi foto bersama di akhir acara. Puluhan siswa SMK yang membaur bersama jajaran dosen, instruktur, dan panitia dari UNTAN tampak kompak memamerkan senyum ceria di balik spanduk kegiatan, menandai tuntasnya rangkaian pelatihan dengan sukses.
Pelatihan ini dirancang sebagai wadah edukasi komprehensif yang memadukan teori dasar dengan praktik langsung (hands-on experience) yang sangat relevan dengan kurikulum vokasi. Para siswa diajak untuk terjun langsung ke dalam fasilitas bengkel guna memahami karakteristik material kayu, tata cara mengoperasikan peralatan pertukangan sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga mengaplikasikan teknik kriya untuk menyulap kayu menjadi karya kerajinan berestetika tinggi.
Bagi para pelajar, kehadiran kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menajamkan kompetensi teknis sekaligus menumbuhkan jiwa wirausaha (entrepreneurship) sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia industri. Dengan berbekal keterampilan mengolah hasil hutan menjadi produk kriya bernilai tambah, para peserta diharapkan lebih percaya diri untuk berinovasi atau bahkan membuka peluang usaha mandiri di masa depan.
Ke depannya, Fakultas Kehutanan UNTAN berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dengan berbagai instansi pendidikan, khususnya sekolah-sekolah kejuruan di Kalimantan Barat. Melalui program-program pelatihan berkelanjutan, diharapkan akan lahir generasi muda yang tangguh, kompetitif, dan mampu mengelola potensi sumber daya alam secara kreatif dan lestari.