SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Tanjungpura (UNTAN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan lingkungan hidup. Melalui program KERUING (Kegiatan Edukasi Rimbawan untuk Inspirasi Pengetahuan Generasi Muda) Series #4, Fahutan UNTAN mengajak puluhan murid dari SD Swasta Cahaya Mentari untuk belajar langsung di alam pada Jumat (17/07/2026).
Kegiatan edukasi luar ruangan ini berlokasi di kawasan RTH Taman Arboretum Sylva UNTAN Pontianak. Puluhan murid dari kelas 2, 3, dan 4 SD tampak bersemangat mengikuti setiap tahapan petualangan edukatif yang dipandu oleh tim rimbawan muda kampus.
Tujuan Program KERUING Menurut Dekan Fahutan UNTAN
Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU., memaparkan tujuan utama di balik penyelenggaraan program KERUING ini. Beliau menegaskan bahwa pembentukan generasi yang peduli lingkungan harus dimulai sejak usia dini.
“Program KERUING kami rancang khusus sebagai wadah edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak. Kami ingin menanamkan rasa cinta, kepedulian, dan rasa ingin tahu mereka terhadap hutan sejak awal. Melalui pengalaman belajar langsung di Arboretum Sylva, anak-anak tidak hanya mengenal keanekaragaman hayati, tetapi juga memahami pentingnya menjaga fungsi hutan dan keseimbangan ekosistem demi masa depan,” jelas Dr. Farah Diba.
Pengenalan Hutan dan Flora-Fauna Khas Bersama Komunitas TIGER
Sesi penjelajahan hutan berjalan semakin hidup dan interaktif berkat panduan langsung dari mahasiswa Fahutan UNTAN. Ridwan, mahasiswa angkatan 2023, hadir sebagai pemateri utama yang mengenalkan konsep dasar hutan serta keanekaragaman flora dan fauna khas Kalimantan kepada para murid.
Ridwan merupakan anggota aktif TIGER (Team of Interpreter and Guide for Environmental Research). TIGER sendiri adalah badan semi otonom di bawah organisasi mahasiswa Sylva Indonesia Cabang UNTAN. Komunitas ini bergerak sebagai pemandu lingkungan (interpreter) dan fokus pada kegiatan penelitian serta field trip edukatif di lapangan.

Edukasi Interaktif: Ridwan dari komunitas TIGER Fahutan UNTAN mengenalkan keanekaragaman hayati dan satwa khas Kalimantan kepada peserta. (Dok. Sylva Media)
Dengan metode penyampaian yang seru dan komunikatif, Ridwan mengajak siswa-siswi kelas 2, 3, dan 4 SD mengenali pohon-pohon endemik Kalimantan dan satwa unik yang menghuni Arboretum. Pembekalan pengenalan ruang hijau dan flora lokal ini sejalan dengan upaya Laboratorium Perencanaan dan Sistem Informasi Kehutanan Fahutan UNTAN dalam membumikan pemahaman data geospasial dan ekosistem kepada generasi muda sejak dini.
Apresiasi Guru: Arboretum Sylva Sebagai Laboratorium Alam Terbaik
Perwakilan guru pendamping dari SD Swasta Cahaya Mentari menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang sangat tinggi kepada Fahutan UNTAN atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami sangat mengapresiasi Fakultas Kehutanan UNTAN yang telah membuka pintu Arboretum Sylva untuk anak-anak kami. Ini adalah sarana edukasi luar biasa—sebuah laboratorium alam di tengah kota tempat murid-murid kelas 2, 3, dan 4 SD bisa melihat, menyentuh, dan mempelajari keanekaragaman hayati secara nyata. Pembelajaran luar kelas seperti ini jauh lebih berkesan dibanding hanya membaca buku pelajaran di dalam ruang kelas,” ungkap perwakilan guru SD Swasta Cahaya Mentari.
Melalui KERUING Series #4, Fahutan UNTAN berharap semangat pelestarian lingkungan dapat terus tumbuh dalam diri generasi muda. Generasi yang mengenal dan mencintai alam hari ini adalah generasi yang akan menjaga kelestarian bumi di masa depan.

Pengalaman Berharga: Para murid menikmati pembelajaran luar ruangan yang menyenangkan sebagai langkah awal menumbuhkan kepedulian lingkungan. (Dok. Sylva Media)