Sylva Media – Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) Tahun 2026 tidak hanya menjadi momen bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat berbagai fasilitas dan aktivitas keilmuan yang ada di Fakultas Kehutanan.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian mahasiswa baru adalah kunjungan ke Laboratorium Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan Sylvatrigona . Di laboratorium ini, mahasiswa diajak mengenal salah satu potensi hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi, yaitu lebah kelulut atau stingless bee.
Mengenal Lebih Dekat Kehidupan Lebah Kelulut
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa baru mendapatkan pengenalan mengenai kehidupan dan karakteristik lebah kelulut, mulai dari koloni, sarang, hingga berbagai produk yang dihasilkan. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan budidaya lebah kelulut, termasuk bagaimana menjaga kondisi koloni, menyediakan lingkungan yang sesuai, serta memperhatikan ketersediaan sumber pakan. Tidak hanya menghasilkan madu, keberadaan lebah kelulut juga memiliki peran penting dalam ekosistem karena membantu proses penyerbukan tanaman.
Hal yang menarik bagi mahasiswa adalah kesempatan untuk mengamati secara langsung sarang dan koloni lebah kelulut yang menjadi bagian dari kegiatan edukasi di Laboratorium Sylvatrigona. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata bahwa ilmu kehutanan tidak hanya berkaitan dengan pepohonan dan kawasan hutan, tetapi juga mencakup berbagai sumber daya hayati yang berada di dalamnya.
Dari Lebah hingga Produk Hasil Hutan Bukan Kayu
Mahasiswa juga dikenalkan dengan berbagai produk yang berasal dari aktivitas lebah kelulut, terutama madu kelulut dan propolis. Produk-produk tersebut merupakan bagian dari potensi HHBK yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Dalam budidaya kelulut, tanaman pakan menjadi salah satu komponen penting. Tanaman berbunga menyediakan nektar dan polen yang dibutuhkan oleh koloni. Oleh karena itu, pengembangan budidaya lebah kelulut juga berkaitan erat dengan upaya menyediakan dan menjaga keanekaragaman tanaman di lingkungan sekitar. Melalui pengenalan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa pemanfaatan HHBK dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan, keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan sumber daya.
Laboratorium sebagai Ruang Belajar dan Eksplorasi
PKKMB ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa baru. Mereka tidak hanya melihat laboratorium sebagai tempat pelaksanaan praktikum dan penelitian, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenal potensi sumber daya hutan dan berbagai inovasi yang dapat dikembangkan di bidang kehutanan. Laboratorium HHBK dan Sylvatrigona menjadi salah satu ruang edukasi yang memperkenalkan mahasiswa pada potensi lebah kelulut sebagai bagian dari hasil hutan bukan kayu, sekaligus menumbuhkan ketertarikan terhadap pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru Fakultas Kehutanan UNTAN semakin mengenal berbagai bidang keilmuan yang dapat mereka eksplorasi selama menjalani pendidikan. Dari sebuah koloni kecil lebah kelulut, mahasiswa dapat melihat sebuah pembelajaran besar tentang hutan, keanekaragaman hayati, pemanfaatan sumber daya, hingga peluang pengembangan hasil hutan bukan kayu di masa depan. Kegiatan kunjungan Laboratorium HHBK dan Sylvatrigona dalam rangkaian PKKMB 2026 pun menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat dunia kehutanan melalui pengalaman yang nyata, interaktif, dan dekat dengan potensi sumber daya alam di Kalimantan Barat.