SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Kunjungan edukatif ke kawasan PT. Mayawana Persada pada 30 Agustus 2025, hal ini menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehutanan dan budidaya tanaman. Kegiatan ini menghadirkan pemaparan materi langsung dari Prof. Hanna dan Prof. Wiwik, selaku guru besar di Fakultas Kehutanan Untan, yang menitikberatkan pada pengelolaan hama penyakit tanaman, pemupukan, serta perawatan tanaman secara berkelanjutan.
Kunjungan ini menegaskan komitmen PT Mayawana Persada mempererat kolaborasi antara institusi akademis dan industri. Seluruh karyawan perusahaan, jajaran pimpinan, staf, serta mahasiswa magang turut serta dalam sesi edukasi interaktif ini, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap inovasi dan praktik terbaik dalam pembibitan dan pemuliaan tanaman hutan.
Edukasi Hama Penyakit dan Perawatan Tanaman
Pada sesi ini, Prof. Wiwik memberikan pemahaman komprehensif terkait identifikasi hama dan penyakit tanaman yang umum ditemukan di lapangan. Peserta dibekali dengan cara mengenali gejala serangan sejak dini serta langkah penanganan yang tepat. Selain itu, disampaikan pula pentingnya perawatan tanaman secara rutin untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman.
Pengenalan Pupuk dan Teknik Pemupukan
Prof. Hanna menjelaskan berbagai jenis pupuk yang dapat digunakan, baik organik maupun anorganik, beserta teknik aplikasinya yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penekanan diberikan pada efektivitas penggunaan pupuk agar tidak hanya meningkatkan pertumbuhan, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Inovasi Produk Unggulan: SILVAMIKO
Sebagai bagian dari penguatan inovasi laboratorium, Prof. Hanna turut memperkenalkan SILVAMIKO, produk unggulan berupa inokulum FMA berbasis media zeolit. Produk ini berfungsi untuk meningkatkan penyerapan unsur hara dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Antusiasme peserta terlihat saat sesi pengenalan produk, terutama terkait manfaat praktis dan potensi penerapannya di lapangan.
Kegiatan kunjungan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengelolaan tanaman secara terpadu, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi lapangan. Melalui kegiatan seperti ini, transfer ilmu tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan di lapangan.
