Lab. Kimia Hasil Hutan

Mahasiswa Baru fakultas kehutanan untan Angkatan 2026 Kenali Laboratorium Kimia Hasil Hutan

Laboratorium Kimia Hasil Hutan (KHH), Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura, menerima kunjungan mahasiswa baru angkatan 2026 dalam rangka kegiatan Pengenalan Lingkungan Kampus. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat peran laboratorium sebagai salah satu fasilitas pendukung pembelajaran, praktikum, dan penelitian. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai aktivitas yang dilaksanakan di Laboratorium KHH, […]

Mahasiswa Baru fakultas kehutanan untan Angkatan 2026 Kenali Laboratorium Kimia Hasil Hutan Read More »

Saat Kayu Tak Lagi Kokoh: Mengungkap Potensi Antijamur Alami dari Hasil Hutan

Jamur pelapuk kayu Schizophyllum commune merupakan salah satu organisme yang dapat menyebabkan penurunan kualitas dan ketahanan kayu. (Dok. Instagram : @Mewalik) Pontianak – Pernahkah Anda melihat kayu yang lapuk, rapuh, atau bahkan hancur meskipun tampak masih utuh dari luar? Salah satu penyebabnya adalah serangan jamur pelapuk kayu, yaitu kelompok jamur yang mampu menguraikan komponen penyusun

Saat Kayu Tak Lagi Kokoh: Mengungkap Potensi Antijamur Alami dari Hasil Hutan Read More »

Di Balik Sepotong Kayu: Mengungkap Potensinya Melalui Analisis Kimia

Mahasiswa melakukan analisis komponen kimia kayu sebagai langkah awal mengidentifikasi potensi pemanfaatannya (Dok. Lab KHH) Pontianak – Di balik tampilannya yang sederhana, sepotong kayu menyimpan beragam komponen kimia yang menjadi kunci dalam menentukan potensi pemanfaatannya. Kandungan seperti selulosa, hemiselulosa, lignin, ekstraktif, dan mineral tidak hanya membentuk struktur kayu, tetapi juga menjadi dasar pengembangan berbagai produk

Di Balik Sepotong Kayu: Mengungkap Potensinya Melalui Analisis Kimia Read More »

Aroma Inovasi dari Hutan: Mahasiswa Fakultas Kehutanan UNTAN Kembangkan Minyak Atsiri Bernilai Tinggi

Produk minyak atsiri sebagai salah satu inovasi hasil hutan bukan kayu yang dikembangkan di Laboratorium Kimia Hasil Hutan Fakultas Kehutanan UNTAN. (Dok. Lab KHH) Minyak Atsiri, Kekayaan Alam Bernilai Tinggi Pontianak-Minyak atsiri merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam berbagai sektor industri, seperti kosmetik, farmasi, pangan,

Aroma Inovasi dari Hutan: Mahasiswa Fakultas Kehutanan UNTAN Kembangkan Minyak Atsiri Bernilai Tinggi Read More »

Mengenal Lebah Kelulut Sejak Dini: TK Islam Uswah Pontianak Belajar di Sylva Trigona Fakultas Kehutanan UNTAN

Peserta didik TK Islam Uswah Pontianak belajar memanen madu kelulut di Laboratorium Sylva Trigona Fakultas Kehutanan UNTAN. Pontianak– Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura kembali menyelenggarakan KERUING (Kegiatan Edukasi Rimbawan untuk Inspirasi Pengetahuan Generasi Muda) Series 3 melalui kegiatan edukasi bertema lebah kelulut dan madu alami. Kegiatan yang diikuti oleh peserta didik TK Islam Uswah Pontianak ini

Mengenal Lebah Kelulut Sejak Dini: TK Islam Uswah Pontianak Belajar di Sylva Trigona Fakultas Kehutanan UNTAN Read More »

Biakan Jamur schizophyllum commune

Schizophyllum commune merupakan jamur pelapuk putih (white rot fungus) yang mampu mendegradasi komponen lignin dan selulosa pada kayu. Biakan jamur murni ini dapat digunakan sebagai organisme uji dalam penelitian pengawetan kayu, pengujian aktivitas antijamur, biodegradasi lignoselulosa, serta berbagai kegiatan praktikum dan penelitian di bidang kehutanan, biologi, dan ilmu hayati.

Biakan Jamur schizophyllum commune Read More »

Minyak Atsiri

Minyak atsiri merupakan hasil penyulingan bagian tanaman yang mengandung senyawa volatil. Produk ini memiliki karakteristik aroma yang berbeda sesuai dengan jenis tanaman dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk, seperti aromaterapi, kosmetik, parfum, sabun, serta untuk kegiatan penelitian dan pengembangan.

Minyak Atsiri Read More »

Pengujian Kadar Abu/Volatile

Pengujian kadar abu (ash content) dan volatile matter merupakan analisis yang bertujuan untuk menentukan karakteristik fisikokimia suatu bahan melalui pengukuran kandungan residu mineral (abu) dan kadar zat mudah menguap. Kedua parameter ini banyak digunakan untuk mengevaluasi kualitas biomassa, arang, biochar, briket, pelet, kayu, limbah pertanian, serta bahan padat lainnya. Kadar abu menunjukkan jumlah residu anorganik

Pengujian Kadar Abu/Volatile Read More »

PENGUJIAN JAMUR PELAPUK KAYU

Pengujian aktivitas antijamur merupakan layanan untuk mengevaluasi efektivitas bahan pengawet, ekstrak, atau senyawa dalam menghambat pertumbuhan jamur pelapuk kayu Schizophyllum commune. Pengujian dilakukan menggunakan metode difusi pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dalam kondisi laboratorium yang terkendali. Hasil pengujian digunakan untuk menilai potensi antijamur suatu bahan berdasarkan kemampuan menghambat pertumbuhan miselium jamur.

PENGUJIAN JAMUR PELAPUK KAYU Read More »

Penyulingan Minyak Atsiri

Pengujian minyak atsiri merupakan analisis untuk menentukan kadar atau rendemen minyak atsiri yang terkandung dalam suatu bahan tanaman aromatik. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah minyak atsiri yang dihasilkan dari sampel dan dapat digunakan sebagai salah satu parameter mutu bahan baku maupun produk berbasis minyak atsiri. Layanan ini dapat diterapkan pada berbagai jenis sampel, seperti

Penyulingan Minyak Atsiri Read More »