Pertemuan Jaringan Tengkawang Kalimantan Ke-VII
Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura bersama Yayasan Riak Bumi kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian hutan tropis Kalimantan melalui penyelenggaraan Tengkawang Fest – Pertemuan Jaringan Tengkawang Kalimantan ke-VII. Mengusung tema “#ForUsForEarth”, kegiatan ini digelar pada 27-28 Agustus 2025 di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura serta disiarkan langsung melalui kanal YouTube Fahutan Untan.
Tengkawang, Warisan Hutan yang Bernilai Tinggi
Tengkawang atau dikenal sebagai illipe nut merupakan salah satu kekayaan hutan Kalimantan yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, sekaligus sosial budaya. Melalui forum pertemuan jaringan ini, para pemangku kepentingan dari berbagai daerah di Kalimantan bertemu untuk membahas strategi pelestarian, pengelolaan berkelanjutan, serta pemanfaatan tengkawang yang mampu mendukung kesejahteraan masyarakat lokal.
Kolaborasi Multi Pihak untuk Keberlanjutan
Acara ini menjadi wadah penting bagi berbagai pihak, mulai dari akademisi, praktisi, masyarakat adat, lembaga swadaya masyarakat, hingga pemerintah daerah. Dengan dukungan penuh dari Yayasan Riak Bumi dan Fakultas Kehutanan UNTAN, kegiatan ini diharapkan melahirkan langkah nyata dalam memperkuat jaringan kerja sama pengelolaan tengkawang, berbagi pengalaman, serta memperluas peluang pengembangan produk berbasis tengkawang di pasar nasional maupun internasional.
#ForUsForEarth: Dari Kalimantan untuk Dunia
Tema “#ForUsForEarth” menegaskan bahwa upaya pelestarian tengkawang bukan hanya untuk masyarakat Kalimantan, tetapi juga untuk keberlangsungan bumi secara keseluruhan. Hutan tropis dengan keanekaragaman hayatinya merupakan benteng penting dalam mitigasi perubahan iklim. Dengan menjaga tengkawang, berarti turut serta menjaga bumi.
Harapan ke Depan
Melalui Tengkawang Fest ini, Fakultas Kehutanan UNTAN bersama Yayasan Riak Bumi berharap agar semangat kolaborasi dan keberlanjutan terus tumbuh, sehingga tengkawang tetap lestari sebagai identitas hutan Kalimantan, sumber ekonomi hijau, sekaligus warisan berharga bagi generasi mendatang.

