SYLVA MEDIA, KUCHING MALAYSIA — Fahmi (NIM G1011231219), mahasiswa Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Tanjungpura (UNTAN), sukses mengukir prestasi di tingkat internasional. Fahmi terpilih menjadi Delegasi Indonesia sekaligus perwakilan UNTAN dalam ajang International Rainforest Youth Summit (RAYS) 2026.
Tidak hanya lolos sebagai peserta, Fahmi berhasil meraih Grand Fellowship Accommodation. Penghargaan penuh ini ia dapatkan setelah melalui proses seleksi ketat melalui Motivation Letter bertema Local Youth Movement.
Suarakan Isu Lahan Gambut dan Pergerakan Pemuda Kalbar
KTT pemuda tingkat internasional ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada 24–26 Juni 2026 di Kuching, Sarawak, Malaysia. Ajang berskala global ini menghimpun 700 peserta dari 11 negara ASEAN. Negara-negara tersebut meliputi Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Laos, Myanmar, Vietnam, hingga kehadiran perdana delegasi dari Timor Leste.
Selama forum berlangsung, Fahmi aktif berdiskusi mengenai permasalahan lingkungan dan pergerakan pemuda lokal. Ia secara konsisten menyuarakan riset isu lahan gambut, kebudayaan, serta aksi pemuda di Kalimantan Barat. Rekam jejak riset ekosistem gambut dan data spasial ini sejalan dengan fokus pengembangan Laboratorium Perencanaan dan Sistem Informasi Kehutanan Fahutan UNTAN.
Konsolidasi Tiga Pilar dan Penutupan di RWMF 2026
RAYS 2026 menjadi wadah konsolidasi penting bagi pemimpin muda, aktivis iklim, peneliti, hingga pelaku industri kreatif dunia. Forum ini bertukar pandangan dalam merumuskan solusi atas krisis lingkungan di setiap negara.
Hasil akhir dari KTT ini melahirkan tiga pilar berkelanjutan utama:
1. Planet Futures Forum: Ruang diskusi strategis bagi perumusan kebijakan lingkungan dan aksi iklim global berbasis sains serta kearifan lokal.
2. Inaugural RAYS Youth Declaration: Komitmen bersama pemuda lintas negara ASEAN untuk mendorong pemuda sebagai aktor utama dalam penyelamatan hutan.
3. RAYS Fellowship Programme: Program pendukungan dan jejaring aksi berkelanjutan bagi para inovator muda lingkungan hidup.
Sebagai penutup kegiatan, seluruh delegasi muda berkesempatan menghadiri pembukaan festival musik dunia legendaris, Rainforest World Music Festival (RWMF) 2026. Festival ini memadukan nilai seni pertunjukan dengan semangat konservasi alam.
Kesan dan Harapan Delegasi
Melalui kesempatan berharga ini, Fahmi menyampaikan rasa syukur serta harapannya bagi pergerakan pemuda lingkungan ke depan.
“Saya sangat bersyukur dan bahagia menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam menyuarakan isu lingkungan, khususnya di Kalimantan Barat terkait isu gambut dan pergerakan anak muda. Harapan saya ke depannya, semoga hasil diskusi RAYS 2026 ini dapat menjadi tonggak pergerakan yang melibatkan anak muda sebagai pemimpin dan pelaksana, bukan hanya menjadi formalitas kehadiran saja,” ungkap Fahmi.

Perwakilan Indonesia: Fahmi (NIM G1011231219) sukses membawa isu gerakan pemuda dan ekosistem gambut Kalimantan Barat ke panggung internasional RAYS 2026. (Dok. Fahmi)