SYLVA MEDIA, PONTIANAK – Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) terus berkomitmen meningkatkan standar kualitas akademik dan tata kelola program studi. Oleh karena itu, Fahutan UNTAN menyelenggarakan Workshop Akademik Bedah Dokumen Akreditasi LAM-PTIP dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan strategis ini berlangsung pada Selasa, 4 November 2025, bertempat di Aula Bungur Fakultas Kehutanan UNTAN.
Workshop ini menghadirkan pimpinan fakultas, ketua program studi, serta dosen dari lingkungan Fakultas Kehutanan dan Pertanian UNTAN. Selain itu, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kurikulum dengan standar pendidikan tinggi modern yang lebih terukur.
Strategi Akreditasi dan Kebijakan LAM-PTIP
Fakultas menghadirkan pakar di bidangnya, Dr. Ir. Mais Ilsan, M.P., sebagai narasumber utama untuk memberikan pemaparan komprehensif. Terlebih lagi, narasumber menjelaskan secara detail terkait kebijakan serta standar akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP). Beliau juga membagikan strategi penyusunan dokumen akreditasi yang sistematis dan selaras dengan pendekatan OBE.

Dr. Ir. Mais Ilsan, M.P. saat memberikan pemaparan mendalam mengenai strategi penyusunan dokumen akreditasi LAM-PTIP dan implementasi kurikulum OBE kepada para dosen. (Dok. SYLVA MEDIA)
Melalui workshop ini, para dosen mendapatkan pemahaman baru mengenai tata cara pengisian dokumen yang terukur. Sesuai dengan rencana, materi ini bertujuan agar setiap program studi mampu mengidentifikasi kekuatan serta peluang perbaikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, proses akreditasi tidak lagi menjadi beban teknis, melainkan menjadi sarana peningkatan mutu yang nyata bagi institusi.
Implementasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE)
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya keterkaitan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Lebih lanjut, RPS menjadi dokumen utama yang harus mencerminkan implementasi kurikulum berbasis OBE secara konsisten. Sebagai hasilnya, setiap dosen kini memiliki panduan yang lebih jelas dalam merumuskan metode pembelajaran yang berorientasi pada hasil lulusan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang mendalam. Oleh karena itu, para peserta dapat mengonsultasikan langsung permasalahan teknis yang mereka hadapi selama menyusun RPS. Pendekatan interaktif ini memastikan bahwa setiap kendala dalam penyusunan dokumen pendukung akreditasi dapat terselesaikan dengan solusi praktis.
Harapan dan Peningkatan Mutu Berkelanjutan
Fakultas Kehutanan UNTAN menaruh harapan besar pada hasil dari pelaksanaan workshop intensif ini. Secara keseluruhan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan civitas akademika dalam menghadapi proses akreditasi LAM-PTIP di masa depan. Dengan demikian, implementasi kurikulum OBE akan berjalan secara konsisten untuk mendorong peningkatan mutu pembelajaran bagi mahasiswa.
Pada akhirnya, workshop ini mempertegas dedikasi Fahutan UNTAN dalam menjaga standar keunggulan akademik. Oleh sebab itu, pihak fakultas akan terus melakukan pendampingan kepada para dosen hingga seluruh dokumen akademik mencapai standar yang optimal. Sinergi ini menjadi langkah konkret menuju Fakultas Kehutanan yang unggul dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.