Jejaring Global: Fahutan UNTAN Gelar Pulai Series-24 Bersama Pakar dari Belanda

Forum Pulai Series UNTAN Internasional Bersama Pakar dari Belanda
Suasana Akademik: Jan van der Ploeg, Ph.D., Evelien van den Broek, dan Prof. Dr. Gusti Hardiansyah saat memulai sesi diskusi internasional di Aula Bungur. (Dok. SYLVA MEDIA)

SYLVA MEDIA, PONTIANAK – Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) terus memperkuat posisi akademiknya di kancah internasional melalui penyelenggaraan Pulai Series-24. Inisiatif tersebut mengambil bentuk nyata dalam forum bertema “Conservation the Forest with the Communities” yang menghadirkan pakar kehutanan terkemuka dari Belanda pada Jumat (23/1) di Aula Bungur, Gedung Prof. Sakunto, MS. Forum ini bertujuan memperkuat kurikulum serta memperluas wawasan rimbawan muda mengenai pentingnya kolaborasi inklusif dalam menjaga kelestarian hutan.

Acara yang dipandu oleh moderator Prof. Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, M.Sc., QAM., IPU. ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Jan van der Ploeg, Ph.D. dari Van Hall Larenstein University of Applied Sciences dan Evelien van den Broek dari IUCN Belanda.

Sinergi Akademik dan Konservasi Inklusif

Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, M.Si., IPU, membuka secara resmi agenda strategis tersebut. Beliau menegaskan bahwa Pulai Series adalah ruang emas bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat menyerap ilmu langsung dari pemikir dunia. Dekan berharap tercipta pemahaman mendalam mengenai manajemen sumber daya berkelanjutan.

“Saya berharap ini akan menjadi pertemuan yang membuahkan hasil bagi Anda dan mahasiswa kami di sini untuk berbagi tentang bagaimana kita dapat melestarikan hutan bersama masyarakat,” ujar Dr. Farah Diba dalam sambutannya.

Belajar dari Masyarakat: Perspektif Commons dan Kepemilikan

Dalam sesi inti, salah satu pemateri menyampaikan bahwa konservasi hutan akan berjalan jauh lebih efektif apabila masyarakat lokal dilibatkan secara aktif. Jan van der Ploeg, Ph.D. menekankan pentingnya menempatkan hutan sebagai ruang hidup bersama (commons). Lebih lanjut, materi kedua memperkuat narasi tersebut dengan topik mengenai “Learning from Communities”. Perspektif ini mengajak rimbawan untuk belajar dari kearifan lokal. Masyarakat bukan sekadar objek, melainkan aktor utama. Hutan adalah milik bersama.

“Mengapa konservasi bekerja lebih baik ketika masyarakat dilibatkan? Karena hutan adalah milik bersama, dan ketika orang merasa memiliki, mereka akan melindunginya,” tegas Jan van der Ploeg saat memaparkan teori Elinor Ostrom mengenai pentingnya kelembagaan lokal yang kuat.

Materi Learning from Communities Pulai Series UNTAN Internasional

Perspektif Global: Jan van der Ploeg, Ph.D. saat memaparkan materi mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pelestarian hutan sebagai ruang hidup bersama. (Dok. SYLVA MEDIA)

Pengembangan Kurikulum Berstandar Internasional

Prof. Dr. Gusti Hardiansyah selaku moderator menegaskan bahwa Pulai Series merupakan forum strategis untuk pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan global. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu mempertajam cara pandang rimbawan UNTAN dalam melihat realitas sosial dan ekologi di lapangan secara seimbang.

Pada akhirnya, sesi diskusi interaktif menutup rangkaian acara dengan antusiasme tinggi dari para dosen dan mahasiswa yang hadir. Oleh sebab itu, kolaborasi internasional akan terus dipacu. Hal ini guna meningkatkan daya saing lulusan UNTAN di kancah global.

Foto Bersama Pulai Series 24 UNTAN Internasional

Jejaring Global: Dekan, para dosen, narasumber, dan seluruh peserta Pulai Series-24 berfoto bersama sebagai simbol kolaborasi akademik internasional. (Dok. SYLVA MEDIA)

Bagikan :

Temukan Berita Lainnya

Dekan Fahutan UNTAN Dr Ir Farah Diba menerima apresiasi usai pemaparan materi BKSDA Kalbar.
Dukung Konservasi Bentang Alam: Dekan Fahutan UNTAN Jadi Narasumber Utama Identifikasi Areal Preservasi Lanskap Mendawak
Fahmi mahasiswa Fahutan UNTAN berfoto bersama delegasi negara ASEAN di RAYS 2026 Kuching.
Harumkan Nama Kampus: Fahmi Mahasiswa Fahutan UNTAN Raih Grand Fellowship di Rainforest Youth Summit 2026
Foto bersama mahasiswa KOSTULATA Fahutan UNTAN dan warga Dusun Engkabang Melawi.
Wujudkan Solidaritas dan Pengabdian Nyata: KOSTULATA Fahutan UNTAN Sukses Gelar Bakti Sosial Ke-21 di Melawi
Mahasiswa Fahutan UNTAN memandu siswa SD berjalan sambil menjelaskan ekosistem Arboretum Sylva.
Tanamkan Cinta Alam Sejak Dini: Fahutan UNTAN Gelar KERUING Series #4 Bersama SD Swasta Cahaya Mentari

Tag

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai berita atau detail teknis terkait pengumuman ini? Jangan ragu untuk menghubungi Tim Media Center Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN.