Fahutan UNTAN Dorong Perhutanan Sosial di Lahan Gambut lewat Workshop Internasional

Delegasi Internasional Workshop Perhutanan Sosial di Lahan Gambut UNTAN
Sinergi Global: Seluruh peserta, pimpinan fakultas, dan narasumber internasional berfoto bersama usai pembukaan workshop "Guardians of the Peatlands" di Aula Bungur. (Dok. SYLVA MEDIA)

SYLVA MEDIA, PONTIANAK – Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) sukses menyelenggarakan International Workshop bertajuk “Guardians of the Peatlands”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari pada 26–28 Januari 2026. Forum strategis ini mempertemukan akademisi, pemerintah, dan mitra internasional dari Belanda. Fokus utamanya adalah memperkuat Perhutanan Sosial di Lahan Gambut Indonesia.

Workshop ini merupakan kolaborasi erat antara Fahutan UNTAN, Tropenbos Indonesia, IUCN Netherlands, dan Van Hall Larenstein University. Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN, Dr. Farah Diba, M.Si., IPU, menekankan pentingnya ruang berbagi ini. “Kita menghadirkan perspektif dari Papua, Sumatra, hingga Belanda untuk menjaga gambut kita bersama,” ujar Dr. Farah Diba dalam sambutannya.

Guardians of the Peatlands: Sinergi Lintas Sektor

Secara keseluruhan, workshop ini menjadi wadah integrasi kebijakan nasional dan praktik lapangan. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk menjawab tantangan ekologis, sosial, dan ekonomi di kawasan gambut. Forum ini tidak hanya berdiskusi tentang teori. Peserta juga berbagi pengalaman nyata dari organisasi masyarakat sipil (CSO) dalam mengelola gambut.

Kemitraan internasional menjadi nyawa dari kegiatan ini. Keterlibatan mitra dari Belanda memberikan wawasan global bagi para rimbawan lokal. Melalui sinergi ini, Fahutan UNTAN berkomitmen membangun tata kelola hutan yang lebih adil. Prinsip inklusivitas ini sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lahan gambut.

Fokus pada Tata Kelola dan Hak Masyarakat

Pada hari kedua, diskusi berfokus pada tema Governance and Rights. Sesi ini dipandu oleh moderator Prof. Dr. Gusti Hardiansyah. Para ahli membahas isu krusial mengenai hak masyarakat adat di lahan gambut. Peserta berdiskusi tentang cara mereduksi konflik tenurial melalui instrumen kebijakan nasional.

Bambang Supriyanto, Analis Kebijakan Senior Kementerian Kehutanan, memberikan catatan penting. Beliau mengingatkan bahwa izin pengelolaan saja tidak cukup. “Tantangan utama saat ini berada pada fase pasca-izin. Kita harus memperkuat ekonomi masyarakat agar kawasan perhutanan sosial benar-benar lestari,” tegas Bambang Supriyanto.

Jan van der Ploeg memaparkan strategi Perhutanan Sosial di Lahan Gambut

Transfer Pengetahuan: Jan van der Ploeg, Ph.D. saat memaparkan perspektif regional mengenai pentingnya keterlibatan komunitas dalam pelestarian ekosistem gambut. (Dok. SYLVA MEDIA)

Inovasi Penghidupan dan Peran Mahasiswa

Hari ketiga workshop mengangkat tema Sustainable Livelihoods atau penghidupan berkelanjutan. Sesi ini dipandu oleh moderator Prof. Dr. Emi Roslinda, S.Hut, M.Si. Diskusi berfokus pada pengembangan usaha masyarakat tanpa merusak fungsi ekologis gambut. Materi yang dibahas meliputi pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) hingga jasa lingkungan.

Menariknya, hari terakhir juga menghadirkan Student Session. Sesi ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan kreatif mereka. Perwakilan IUCN-NL menyampaikan bahwa kolaborasi dengan generasi muda adalah fondasi masa depan. Pada akhirnya, rangkaian acara ditutup dengan refleksi regional untuk menjaga gambut sebagai penyangga kehidupan.

Panel Diskusi Workshop Internasional Perhutanan Sosial di Lahan Gambut UNTAN

Kolaborasi Strategis: Sesi diskusi panel yang menghadirkan pakar internasional guna merumuskan penguatan tata kelola perhutanan sosial yang inklusif di Indonesia. (Dok. SYLVA MEDIA)

Bagikan :

Temukan Berita Lainnya

Dekan Fahutan UNTAN Dr Ir Farah Diba menerima apresiasi usai pemaparan materi BKSDA Kalbar.
Dukung Konservasi Bentang Alam: Dekan Fahutan UNTAN Jadi Narasumber Utama Identifikasi Areal Preservasi Lanskap Mendawak
Fahmi mahasiswa Fahutan UNTAN berfoto bersama delegasi negara ASEAN di RAYS 2026 Kuching.
Harumkan Nama Kampus: Fahmi Mahasiswa Fahutan UNTAN Raih Grand Fellowship di Rainforest Youth Summit 2026
Foto bersama mahasiswa KOSTULATA Fahutan UNTAN dan warga Dusun Engkabang Melawi.
Wujudkan Solidaritas dan Pengabdian Nyata: KOSTULATA Fahutan UNTAN Sukses Gelar Bakti Sosial Ke-21 di Melawi
Mahasiswa Fahutan UNTAN memandu siswa SD berjalan sambil menjelaskan ekosistem Arboretum Sylva.
Tanamkan Cinta Alam Sejak Dini: Fahutan UNTAN Gelar KERUING Series #4 Bersama SD Swasta Cahaya Mentari

Tag

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai berita atau detail teknis terkait pengumuman ini? Jangan ragu untuk menghubungi Tim Media Center Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN.