Revolusi Hijau di Kampus: Pelatihan Kompos Nabati di Fakultas Kehutanan UNTAN Tingkatkan Keterampilan Mahasiswa

Mahasiswa Fakultas Kehutanan UNTAN praktik pembuatan kompos nabati dari limbah organik.
Aksi Lingkungan: Mahasiswa Fahutan UNTAN saat mempraktikkan pengolahan limbah biomassa menjadi kompos nabati berkualitas. (Dok. SYLVA MEDIA)

SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Laboratorium Silvikultur dan Bioteknologi Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura, menyelenggarakan pelatihan pembuatan kompos nabati sebagai upaya meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa dalam pengelolaan limbah organik. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai transfer ilmu, tetapi juga sebagai langkah nyata mendorong praktik kehutanan yang berkelanjutan.

Pelatihan ini melibatkan dosen Laboratorium Silvikultur dan Bioteknologi Hutan sebagai narasumber utama, didukung oleh laboran serta asisten praktikum yang berperan aktif dalam pendampingan teknis. Peserta kegiatan merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan yang mengikuti pelatihan dengan antusias, mulai dari sesi teori hingga praktik langsung di lapangan.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa diperkenalkan pada konsep dasar pengomposan berbasis bahan nabati, termasuk pemanfaatan limbah daun, ranting, dan sisa biomassa lainnya yang selama ini belum dimaksimalkan. Suasana pelatihan dibuat interaktif dengan diskusi dan simulasi langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara mandiri.

Pengelolaan Limbah Organik Berbasis Nabati

Peserta diberikan pemahaman mengenai potensi limbah organik sebagai sumber daya yang bernilai. Limbah seperti daun kering, sisa tanaman, dan bahan organik lainnya dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pendekatan ini sekaligus menjadi solusi terhadap permasalahan limbah di lingkungan sekitar.

Teknik Pembuatan Kompos yang Efektif

Selama sesi praktik, peserta mempelajari tahapan pembuatan kompos mulai dari pemilahan bahan, pencacahan, penyusunan lapisan, hingga proses dekomposisi. Ditekankan pula faktor penting seperti keseimbangan karbon dan nitrogen, kelembapan, serta aerasi agar proses pengomposan berjalan optimal dan menghasilkan kompos berkualitas.

Penerapan Kompos dalam Praktik Kehutanan

Kompos yang dihasilkan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman, terutama pada kegiatan pembibitan dan rehabilitasi lahan. Peserta diajak memahami bagaimana kompos dapat meningkatkan struktur tanah, ketersediaan unsur hara, serta mendukung keberhasilan penanaman di lapangan.

Melalui pelatihan ini, Laboratorium Silvikultur dan Bioteknologi Hutan berharap mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang siap diterapkan. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi kehutanan yang adaptif, inovatif, dan peduli terhadap pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Bagikan :

Temukan Berita Lainnya

Tim pendamping Fahutan UNTAN dan warga berfoto bersama usai FGD IMAS Desa Mandiri Peduli Gambut di Kubu Raya.
Dari Pemetaan Bersama, Menuju Program Desa Mandiri Peduli Gambut yang Lebih Tepat Sasaran
Foto bersama seluruh civitas akademika dan mahasiswa Fakultas Kehutanan UNTAN usai Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Rektorat.
Fakultas Kehutanan UNTAN Hadir Memeriahkan Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia
Penandatanganan kerja sama riset antara Fahutan UNTAN, PKR Mikroba Karst UNHAS, dan BRIN.
Perkuat Kolaborasi Riset Nasional: Fahutan UNTAN Resmi Jalin Kerja Sama dengan PKR Mikroba Karst UNHAS–BRIN
Pembukaan Seminar RAMIN Series-67 Fahutan UNTAN bersama BRIN dan UNHAS di Aula Bungur.
Sinergi Riset Mikrobiologi dan Genomik: Fahutan UNTAN Gandeng BRIN dan UNHAS Gelar Seminar RAMIN Series-67

Kategori

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai berita atau detail teknis terkait pengumuman ini? Jangan ragu untuk menghubungi Tim Media Center Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN.