Pengujian Aktivitas Anti Rayap

Pengujian Aktivitas Anti Rayap

Jasa Pengujian Sampel

Rp.

350.000

/

Paket

Kampus Baru Gedung Prof Herujono Fakultas Kehutanan Jl. Prof. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124

Pengujian aktivitas anti rayap merupakan metode laboratorium untuk mengevaluasi efektivitas suatu bahan pengawet atau ekstrak dalam menghambat serangan rayap. Efektivitas bahan dinilai berdasarkan tingkat kematian rayap (mortalitas) dan persentase kehilangan berat sampel uji setelah periode pengujian.

Persyaratan Penggunaan Jasa
Pengguna jasa wajib menyediakan seluruh kebutuhan pengujian, meliputi:
  • Sampel uji sesuai perlakuan yang akan diuji.
  • Rayap tanah (Coptotermes curvignathus) yang sehat dan aktif.
  • Media uji (kertas selulosa, pasir, wadah uji, dan perlengkapan pendukung lainnya) sesuai metode pengujian.
  • Informasi mengenai perlakuan, konsentrasi, jumlah ulangan, atau rancangan pengujian yang akan dilakukan.
Parameter Pengujian
Efektivitas sampel dievaluasi berdasarkan dua parameter utama berikut.
  1. Mortalitas Rayap (%)
    Mortalitas rayap menunjukkan persentase rayap yang mati selama masa pengujian sebagai indikator aktivitas anti rayap suatu sampel. Semakin tinggi nilai mortalitas, semakin efektif sampel dalam menghambat atau membunuh rayap. Berdasarkan nilai mortalitas, aktivitas anti rayap diklasifikasikan ke dalam kategori tidak aktif, lemah, agak lemah, sedang, cukup kuat, kuat, hingga sangat kuat.
  2. Kehilangan Berat (Weight Loss, %)
    Kehilangan berat menunjukkan persentase penurunan berat media uji setelah pengujian akibat aktivitas makan rayap. Semakin kecil nilai kehilangan berat, semakin baik kemampuan sampel dalam melindungi media uji. Berdasarkan hasil tersebut, ketahanan media uji diklasifikasikan ke dalam kategori sangat tahan, tahan, sedang, buruk, atau sangat buruk.
Alur Pengujian
  1. Pengguna jasa menyerahkan sampel beserta seluruh bahan (termasuk rayap) serta perlengkapan yang diperlukan sesuai metode pengujian.
  2. Laboratorium melaksanakan pengujian sesuai metode yang telah ditetapkan menggunakan bahan dan perlengkapan yang disediakan oleh pengguna jasa.
  3. Pengujian dilakukan selama 21 hari dengan pengamatan terhadap mortalitas rayap dan kondisi media uji.
  4. Setelah pengujian selesai, dilakukan analisis data berdasarkan parameter mortalitas rayap dan kehilangan berat media uji.
  5. Laboratorium menyusun dan menyerahkan laporan hasil pengujian kepada pengguna jasa.
Estimasi Waktu
Pengujian berlangsung selama 21 hari, diikuti dengan analisis data dan penyusunan laporan hasil.
Hasil Pengujian
Laporan hasil pengujian memuat:
  • Persentase mortalitas rayap (%).
  • Persentase kehilangan berat (weight loss) media uji (%).
  • Klasifikasi aktivitas anti rayap berdasarkan nilai mortalitas.
  • Klasifikasi ketahanan media uji berdasarkan nilai kehilangan berat.

Konsultasikan Kebutuhan Riset & Pengujian Anda

Guna memastikan akurasi hasil dan kelancaran prosedur pengujian, Tim Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN siap membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi admin kami untuk berkonsultasi mengenai teknis penyerahan sampel, detail tarif, ketersediaan alat, hingga prosedur kerja sama penelitian. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung keberhasilan riset Anda.

Unit Laboratorium Lainnya

Jasa Pengujian Lainnya

ChatGPT Image Apr 17, 2026, 09_38_38 PM - Copy
Foto sampel dengan Trinocular Microscope + Camera
Layanan dokumentasi dan fotografi sampel menggunakan trinocular microscope yang dilengkapi kamera digital...
uji turbidity
Pengujian Kekeruhan (Turbidity) Air
Pengujian kekeruhan (Turbidity) merupakan analisis untuk mengukur tingkat kejernihan air berdasarkan...
Screenshot 2026-07-08 093615
PENGUJIAN JAMUR PELAPUK KAYU
Pengujian aktivitas antijamur merupakan layanan untuk mengevaluasi efektivitas bahan pengawet, ekstrak,...

Butuh Bantuan?

Bingung menentukan jenis pengujian yang tepat untuk riset Anda? Atau ingin menanyakan status sampel yang sedang dianalisis? Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Tim Laboratorium Terpadu Fahutan Untan.