SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Tanjungpura (UNTAN) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari (EKL). Kedua belah pihak menandatangani dokumen Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) di ruang rapat pimpinan Fahutan UNTAN.
Penandatanganan ini menjadi awal dari komitmen panjang untuk mengimplementasikan program kerja nyata di tingkat tapak. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada industri kehutanan konvensional. Kedua institusi juga membuka ruang luas pada aspek pengelolaan lahan gambut, mangrove, hingga pemanfaatan jasa lingkungan dan perdagangan karbon.
Fokus pada Implementasi dan Keahlian Industri
Dekan Fahutan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU., menegaskan bahwa fakultas memiliki target 20 mitra aktif pada tahun ini. Beliau menyampaikan pesan dari Rektor UNTAN agar setiap dokumen kerja sama harus menghasilkan aktivitas nyata yang berkelanjutan. Kampus tidak ingin sekadar menumpuk dokumen di atas kertas.
“Rektor berpesan agar kami fokus pada implementasi kegiatan, bukan hanya mengejar jumlah kuantitas dokumen MoU. Melalui PT EKL, kami ingin mahasiswa mengenal lebih dekat sosok perusahaan PBPH modern. Perusahaan ini bergerak dalam pemanfaatan jasa lingkungan dan karbon,” ujar Dr. Farah Diba.

Orientasi Kerja Nyata: Dr. Ir. Farah Diba menekankan pentingnya peran industri PBPH dalam membentuk motivasi belajar mahasiswa sejak tahun pertama. (Dok. Sylva Media)
Sebagai langkah awal yang konkret, Fahutan UNTAN mengundang tim PT EKL untuk hadir dalam agenda penyambutan mahasiswa baru pada bulan Agustus mendatang. Perwakilan industri akan memberikan gambaran langsung mengenai kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Hal ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa baru agar lebih fokus mempersiapkan keahlian teknis sejak dini.
Peluang Praktik Lapang Terintegrasi dan Rekrutmen Kerja
Kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi dalam pelaksanaan praktik lapang terintegrasi bagi mahasiswa. Fahutan UNTAN berencana menggabungkan beberapa mata kuliah untuk melakukan praktik langsung di wilayah konsesi PT EKL. Fokus utamanya berada pada ekosistem lahan gambut dan mangrove. Skema praktik lapang akan diatur dalam kelompok-kelompok kecil guna menjaga efektivitas pembelajaran di lapangan.
Selain bidang akademik, kemitraan ini mencakup penguatan peluang kerja melalui program Job Fair/Jobon Series yang dikelola oleh bidang kemahasiswaan. Melalui program ini, PT EKL dapat melakukan rekrutmen terbuka bagi para lulusan terbaru (fresh graduates) Fahutan UNTAN secara berkala. Skema ini serupa dengan program yang telah berjalan bersama beberapa korporasi mitra kampus lainnya.
Dukungan Beasiswa Anak Tempatan dan Publikasi Ilmiah
Direktur PT EKL, Bapak Dennis Wara Hermiandra, menyambut baik legalitas kemitraan ini. Beliau memaparkan data positif mengenai peningkatan grafik anak-anak dari desa sekitar konsesi perusahaan, seperti wilayah Kubu dan Batu Ampar. Mereka berhasil menembus bangku kuliah di Fahutan UNTAN melalui dukungan skema beasiswa.
“Kami mencatat anak-anak dari mitra binaan, perwakilan fasilitator desa, hingga putra dari driver speed kami berhasil kuliah di sini. Kehadiran mahasiswa dan aktivitas riset di sekitar wilayah konsesi terbukti memotivasi anak-anak tempatan untuk memilih ilmu kehutanan,” ungkap Pak Dennis.
PT EKL juga berkomitmen untuk terus memonitor penyelesaian riset mahasiswa Fahutan UNTAN di lapangan agar dapat lulus tepat waktu. Ke depan, pihak perusahaan menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam kolaborasi publikasi ilmiah bersama akademisi kampus. Kolaborasi ini dapat berupa penerbitan jurnal maupun penulisan buku berbasis data lapangan.

Komitmen Resmi: Dekan Fahutan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU., bersama Direktur PT EKL, Dennis Wara Hermiandra, saat menandatangani dokumen kerja sama Tridarma. (Dok. Sylva Media)