SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) resmi memulai tahapan seleksi wawancara untuk menjaring personel Fasilitator Masyarakat (FM) dalam program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) Tahun 2026. Kegiatan krusial yang diikuti oleh puluhan peserta ini dilaksanakan secara intensif di lingkungan kampus Fahutan UNTAN pada Sabtu, 4 Juli 2026. Tahapan ini merupakan proses penyaringan ketat untuk memilih 14 orang fasilitator terbaik dari total 40 peserta yang hadir memenuhi syarat setelah menyisihkan berkas administrasi. Para personel terpilih nantinya akan memegang tanggung jawab besar sebagai ujung tombak pendampingan masyarakat di 7 desa sasaran yang tersebar di wilayah Kabupaten Kubu Raya selama 3 bulan penuh.
Komitmen Pendampingan Tingkat Tapak dan Kebutuhan Fasilitator
Ketua Program DMPG 2026, Ibu Ir. Herlina Darwati, S.Hut., M.P., IPM., dalam sambutan pembukanya menjelaskan bahwa Fahutan UNTAN memegang mandat penuh sebagai lembaga pendamping dalam menyukseskan kegiatan pemulihan ekosistem gambut di Kalimantan Barat. Dalam pelaksanaannya di lapangan, institusi membutuhkan sokongan tenaga fasilitator yang andal untuk memfasilitasi kebutuhan kelompok di setiap desa sasaran.
“Maka selama program ini, yang bertanggung jawab dalam kegiatan pendampingan masyarakat di Kalimantan Barat adalah Fakultas Kehutanan UNTAN. Kami selaku pelaksana membutuhkan bantuan dari rekan-rekan fasilitator masyarakat yang nanti akan ditempatkan di 7 desa sasaran. Kami mengharapkan siapa pun yang terpilih dapat bekerja sama dengan baik bersama masyarakat dan kami selaku pihak pendamping,” ujar Ibu Ir. Herlina Darwati
Pesan Dekan: Tunjukkan Potensi Terbaik dan Pahami Esensi Gambut
Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU., secara resmi membuka agenda seleksi ini. Dalam arahannya, beliau memotivasi seluruh peserta untuk mengeluarkan potensi terbaik di hadapan para penguji agar dapat terpilih menjadi bagian dari 14 personel yang dicari. Beliau juga menekankan bahwa seorang FM wajib memahami karakteristik khusus, potensi, hingga mitigasi bahaya dari lahan gambut jika tidak dikelola dengan bijak.
“Selamat mengikuti seleksi untuk menjadi FM. Dari 43 orang yang lolos administrasi, sebanyak 40 orang bisa hadir hari ini untuk memperebutkan 14 posisi. Silakan sampaikan potensi terbaik dari diri masing-masing agar menjadi bahan pertimbangan tim seleksi. Terima kasih telah bergabung dengan program DMPG, kami berharap rekan-rekan semua memahami apa itu hutan gambut dan bagaimana pengelolaannya agar membawa dampak yang lebih baik pada proses seleksi hari ini,” tegas Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU.

Komitmen Bersama: Seluruh panitia pelaksana program DMPG 2026 dan peserta seleksi berfoto bersama sebelum proses ujian wawancara dimulai. (Dok. Sylva Media)
Beliau juga menambahkan bahwa para peserta yang dinyatakan lolos seleksi wawancara ini akan langsung dikumpulkan kembali dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) intensif yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 7 dan 8 Juli 2026, mengingat linimasa pelaksanaan program kerja lapangan harus segera berjalan.
Dilibatkan Tim Selektor Ahli dan Dosen Senior
Guna memastikan proses penilaian berjalan objektif dan profesional, Fahutan UNTAN menurunkan jajaran tim selektor ahli yang terdiri langsung dari Dekan beserta para akademisi dan dosen senior fakultas. Tim penguji yang bertugas penuh dalam proses asesmen seleksi wawancara ini meliputi: Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU.; Ir. Herlina Darwati, S.Hut., M.P., IPM.; Lolyta Sisillia, S.Hut., M.Si.; Ir. Reine Suci Wulandari, S.Hut., M.P., IPM.; Dr. Ir. M. Sofwan Anwari, S.Si., M.Si., IPU.; Ir. Nurhaida, S.Hut., M.Si., IPU.; Dr. Ir. Slamet Rifanjani, S.Hut., M.P., IPM.; Dr. Hikma Yanti, S.Hut., M.Si.; serta Inayah, S.Hut., M.M.
Acara pembukaan seleksi wawancara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Setelah itu, seluruh peserta langsung diarahkan menuju ruang ujian masing-masing di bawah koordinasi panitia lapangan untuk menjalani proses asesmen secara bergiliran.

Asesmen Ketat: Jajaran dosen senior Fahutan UNTAN saat menguji kapasitas kepemimpinan, pemahaman spasial, dan pemecahan masalah sosial para peserta seleksi. (Dok. Sylva Media)