SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Komunitas Mahasiswa Katolik Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (KOSTULATA) sukses menyelenggarakan Bakti Sosial Ke-21. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung selama delapan hari, tepatnya pada 14–21 Juni 2026. Aksi nyata ini dipusatkan di Dusun Engkabang, Desa Nanga Kalan, Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.
Bakti sosial tahunan ini mengusung tema “Membangun Semangat dengan Kasih, Mewujudkan Solidaritas, Kepedulian yang Berkelanjutan melalui Pengabdian kepada Masyarakat bersama Mahasiswa/i Katolik Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura.” Melalui tema tersebut, KOSTULATA berkomitmen mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dengan masyarakat pedesaan.
Ragam Kolaborasi Aksi Fisik dan Pemberdayaan Warga
Selama berada di lokasi, para mahasiswa berkolaborasi aktif bersama warga Dusun Engkabang. Mereka menjalankan berbagai program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal desa.
Pada aspek pembangunan fisik, mahasiswa bersama warga merenovasi gereja desa, memancangkan gapura kampung, serta membuat plang penunjuk arah untuk rumah warga, dusun, dan objek wisata Riam. Dalam mendukung kelestarian lingkungan, tim baksos melakukan penanaman bibit pohon di area sekitar pemukiman.
Selain aksi fisik, mahasiswa membagikan keterampilan praktis melalui Pelatihan Eco-Enzyme dan Pelatihan Ecoprint. Mereka juga menggelar Sosialisasi Potensi Ekowisata untuk memetakan peluang ekonomi hijau desa. Untuk pembinaan mental, mahasiswa menyelenggarakan kegiatan katekese serta pembinaan iman bagi anak-anak Dusun Engkabang.

Kreativitas Ramah Lingkungan: Mahasiswa memberikan panduan pelatihan ecoprint guna memanfaatkan bentuk dan pewarna alami tumbuhan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. (Dok. KOSTULATA Fahutan)
Proses Pembelajaran Lapangan dan Tumbuhnya Empati
Ketua Umum KOSTULATA, Filipo Irgi, menegaskan bahwa bakti sosial ini merupakan ruang pembelajaran nyata di luar ruang kelas kuliah.
“Bakti Sosial KOSTULATA Ke-21 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung di tengah masyarakat. Pengabdian ini mengajarkan bahwa ilmu di bangku kuliah menjadi lebih bermakna ketika berdampak nyata bagi sesama. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga tumbuh melalui pengabdian dan pelayanan,” ujar Filipo Irgi.
Kehadiran mahasiswa Fahutan UNTAN disambut hangat oleh seluruh warga Desa Nanga Kalan. KOSTULATA berharap semangat kebersamaan ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan terus menginspirasi mahasiswa untuk memegang teguh nilai kepedulian sosial di mana pun mereka berada.

Penyambutan Hangat: Masyarakat dan tokoh adat Dusun Engkabang menyambut kedatangan tim mahasiswa KOSTULATA Fahutan UNTAN dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan. (Dok. KOSTULATA Fahutan)