SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) Tahun 2026 memasuki hari kedua pada Selasa, 4 Agustus 2026. Masih mengusung tema universitas “Generasi UNTAN Berdampak: Berkarakter, Berprestasi, Berkarya untuk Indonesia” serta tema fakultas “Learning Today, Innovation for Sustainable Forest Tomorrow”, agenda hari kedua berfokus pada pembekalan kesehatan mental, etika digital, pengenalan ormawa, wawasan industri kehutanan, literasi keuangan, hingga struktur layanan universitas.
Satgas PPKPT UNTAN: Tegaskan Budaya Kampus Aman, Inklusif, dan Bebas Kekerasan
Sesi pertama dibuka dengan topik “Rimbawan Tangguh, Tumbuh Bersama, Aman Berkarya: Growth Mindset, Kesehatan Mental, dan Budaya Kampus Bebas Kekerasan” yang dibawakan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) UNTAN, Inayah, S.Hut., M.M. Sesi ini menekankan pentingnya pencegahan kekerasan fisik maupun digital sesuai Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024.
Dalam pemaparannya, Inayah menjelaskan bahwa akar kekerasan di kampus sering bersumber dari ketimpangan relasi kuasa. Oleh karena itu, UNTAN berkomitmen memberikan sistem perlindungan yang setara dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.
“Kampus harus menjadi ruang aman untuk belajar, berkarya, dan tumbuh bersama tanpa tekanan. Sistem perlindungan di UNTAN berlaku setara bagi siapa saja, jadi jangan pernah takut untuk bersuara atau melapor demi menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari segala bentuk kekerasan,” tegas Inayah.

Budaya Kampus Aman: Inayah, S.Hut., M.M. dari Satgas PPKPT UNTAN memaparkan pentingnya pencegahan kekerasan dan perlindungan inklusif bagi seluruh mahasiswa. (Dok. Sylva Media)
Rimbawan Cerdas Digital: Junjung Tinggi Netiquette dan Etika Akademik
Sesi dilanjutkan dengan materi “Rimbawan Cerdas Digital: Beretika di Dunia Maya, Berintegritas di Dunia Akademik” yang disampaikan oleh Anggy Riskha Putri, S.Si., M.Si. Sesi ini mengupas tuntas pentingnya penerapan Netiquette & Cyber Ethics serta norma kehidupan kampus di era digital.
Agar penyampaian materi berlangsung interaktif dan tidak membosankan, kegiatan dikemas melalui games edukatif bertajuk “What Message Do You Receive”. Dalam gim ini, mahasiswa berbaris memanjang ke belakang untuk menyampaikan pesan berantai secara berurutan hingga ke peserta paling ujung, lalu diverifikasi ketepatannya. Pesan-pesan yang disampaikan memuat prinsip dasar etika digital, seperti “Saring sebelum sharing, santun sebelum berkomentar, dan jujur sebelum berkarya.”
Melalui pendekatan interaktif ini, mahasiswa baru diajak memahami pentingnya akurasi informasi, etika berkomunikasi di media sosial maupun lingkungan kampus, serta pentingnya menjaga integritas akademik dalam memanfaatkan teknologi digital selama masa studi.

Edukasi Interaktif: Mahasiswa baru berpartisipasi aktif dalam gim pesan berantai guna memahami pentingnya akurasi informasi dan etika bermedia sosial. (Dok. Sylva Media)
Gen TENGKAWANG, From Seed to Leader: Kenali Wadah Berorganisasi dan Berprestasi
Pada sesi “Gen TENGKAWANG, From Seed to Leader: Berkarya, Berorganisasi dan Berprestasi”, mahasiswa baru diperkenalkan pada peta Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan Fakultas Kehutanan UNTAN. Sesi pengenalan ini dibawakan langsung oleh perwakilan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fahutan UNTAN, serta empat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), yaitu UKM FKMI Asy-Syajaroh, UKM Kostulata, UKM Forestry, dan UKM Akasia.
Masing-masing pengurus Ormawa memaparkan berbagai fokus kegiatan dan peluang pengembangan diri, mulai dari bidang kelembagaan, kerohanian, minat bakat, hingga aksi kerimbawanan. Dalam sesi tersebut, para senior dan pengurus lembaga mengajak mahasiswa baru untuk aktif berorganisasi dan tidak sekadar menjalani pola “kuliah-pulang”. Mahasiswa baru didorong untuk memanfaatkan wadah kemahasiswaan ini sebagai sarana mengasah kepemimpinan, membangun jejaring, dan mengukir prestasi selama menempuh studi di Fakultas Kehutanan UNTAN.

Wadah Berprestasi: Perwakilan pengurus Ormawa Fahutan UNTAN memperkenalkan ruang pengembangan diri dan kepemimpinan kepada Generasi TENGKAWANG. (Dok. Sylva Media)
From Campus to Industry: Menyiapkan Kepemimpinan Mahasiswa Menuju Industri Kehutanan Global
Sesi “From Campus to Industry: Kepemimpinan Mahasiswa Menuju Profesional Kehutanan Berdaya Saing Global” menjadi salah satu rangkaian acara yang paling dinantikan oleh mahasiswa baru. Sesi ini menghadirkan jajaran pimpinan serta praktisi terkemuka dari berbagai perusahaan industri kehutanan nasional untuk menjembatani dunia akademik dengan realitas lapangan, sekaligus membekali para rimbawan muda dengan wawasan kepemimpinan, peluang karier, serta tantangan tata kelola hutan di era digital.
Presiden Direktur PT Finnantara Intiga (APP Group), Oktavianus Butarbutar, S.Hut., M.Hut., menekankan pentingnya adopsi teknologi dalam tata kelola hutan masa kini.
“Rimbawan masa depan adalah rimbawan yang menguasai teknologi digital, seperti precision forestry dan data spasial, serta siap bersaing secara global,” ujar alumnus Fakultas Kehutanan UNTAN tersebut.
Representative PT Ekosistem Khatulistiwa Lestari, Dennis, S.Hut., menggarisbawahi pentingnya pengembangan soft skill dan kemampuan komunikasi interpersonal di dunia kerja.
“Tugas utama kampus adalah mengasah pola pikir kritis. Sebagai calon sarjana kehutanan, kalian adalah katalisator yang menghubungkan masyarakat, industri, dan pemerintah,” jelas Dennis.
Sementara itu, perwakilan PT Mayawana Persada, Iwan Budiman, S.Hut., menambahkan pentingnya kesiapan mental dan integritas saat terjun ke lapangan.
“Pengelolaan hutan berkelanjutan membutuhkan profesional yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan kepemimpinan yang kuat,” tegas Iwan Budiman.

Kepemimpinan Industri: Para pimpinan dan praktisi industri kehutanan membagikan wawasan precision forestry, tata kelola global, dan soft skill dunia kerja kepada mahasiswa baru. (Dok. Sylva Media)
Invest in Yourself, Growing Wisely: Literasi Keuangan Gen TENGKAWANG Bersama BNI
Memasuki sesi finansial “Invest in Yourself, Growing Wisely: Literasi Keuangan dan Menumbuhkan Kemandirian Finansial Gen TENGKAWANG”, materi disampaikan oleh Eka Irhamdi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang UNTAN. Sesi ini membekali mahasiswa baru dengan keterampilan mengelola anggaran pribadi, memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan gaya hidup, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kejahatan keuangan digital seperti pinjaman online ilegal dan penipuan siber.
Dalam pemaparannya, Eka menekankan pentingnya disiplin finansial sejak awal memasuki kehidupan kampus.
“Kebiasaan menabung yang benar adalah menyisihkan anggaran di awal begitu menerima uang dari orang tua, bukan menunggu sisa di akhir bulan. Pengelolaan keuangan yang bijak serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan adalah bentuk investasi terbaik untuk ketenangan masa depan kuliah kalian,” tegas Eka Irhamdi.

Kemandirian Finansial: Eka Irhamdi dari BNI Cabang UNTAN memberikan pembekalan pengelolaan anggaran kuliah dan pencegahan penipuan keuangan digital. (Dok. Sylva Media)
Pengenalan Layanan Akademik & Kelembagaan UNTAN: BAK dan PBKLD
Sebagai sub-bahasan khusus dalam mengenalkan struktur organisasi universitas, mahasiswa baru mendapatkan sosialisasi langsung mengenai fungsi Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) serta Pusat Bimbingan dan Konseling dan Layanan Disabilitas (PBKLD) LPMPP UNTAN.
Dalam sesi PBKLD, Ir. Usman Aghani, M.T. memaparkan peran lembaga dalam menjaga kesejahteraan mental serta mendampingi proses penyesuaian akademik mahasiswa.
“BK UNTAN hadir sebagai pusat layanan terpadu yang siap mendampingi mahasiswa jika menghadapi kendala penyesuaian diri maupun stres akademik secara profesional dan terjamin kerahasiaannya,” tutur Ir. Usman Aghani, M.T.
Sementara itu, Tim Pengelola Beasiswa dari Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) UNTAN memaparkan skema bantuan pendidikan dan kemudahan akses layanan akademik di tingkat universitas.
“UNTAN mengelola 32 jenis beasiswa, baik berbasis prestasi akademik maupun bantuan ekonomi. Peluang ini terbuka luas, jadi jaga indeks prestasi kalian dan aktiflah memantau informasi resminya,” tegas Tim Pengelola Beasiswa BAK UNTAN.

Layanan Terpadu Kampus: Perwakilan PBKLD UNTAN, Ir. Usman Aghani, M.T., bersama Tim Pengelola Beasiswa BAK UNTAN saat memaparkan akses pendampingan kesehatan mental dan skema bantuan pendidikan bagi mahasiswa baru. (Dok. Sylva Media)
Menutup Rangkaian Hari Kedua dengan Kesiapan Utuh
Dengan terlaksananya seluruh rangkaian materi pada hari kedua ini, mahasiswa baru Fakultas Kehutanan UNTAN 2026 tidak hanya dibekali dengan wawasan teknis kehutanan, tetapi juga kesiapan mental, perlindungan hukum di kampus, etika digital, kepemimpinan industri, hingga kecakapan mengelola finansial dan memanfaatkan fasilitas universitas secara optimal. Hari kedua ini semakin mengukuhkan fondasi Generasi TENGKAWANG untuk tumbuh menjadi rimbawan unggul, berkarakter, dan siap berkarya bagi Indonesia.