SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) Tahun 2026 resmi berakhir pada Rabu, 5 Agustus 2026. Memasuki hari ketiga, agenda penutupan diisi dengan pembekalan kewirausahaan berbasis kearifan lokal, pengembangan critical thinking, kesiapan akademik dan karir, unjuk kreativitas, hingga penutupan resmi oleh Dekan yang diwarnai penganugerahan hadiah bebas UKT bagi mahasiswa berprestasi.
Creative Forestpreneur: Peta Bisnis Kehutanan Masa Depan Bersama IKAHUT UNTAN
Sesi pagi dibuka dengan panel wirausaha bertajuk “Creative Forestpreneur: Jejak Alumni, Inspirasi Bisnis dan Wirausaha Kehutanan Masa Depan” yang menghadirkan empat alumni sukses IKAHUT UNTAN, yaitu Beny Thanheri, S.Hut., Iwan Kojal (Kopi Jalanan), Demanhuri Gustira, S.Hut. (INTAN), dan Octavius Henry K, S.Hut., M.M. Para narasumber membedah pentingnya growth mindset, peluang Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti Kopi Liberika Kayong Utara, madu, hingga formulasi kosmetik Tengkawang, serta pentingnya networking dan nilai manfaat ekonomi hutan bagi masyarakat.
“Peluang bisnis di sektor kehutanan itu tanpa batas dan tidak terbatas pada kayu saja. Jangan malu pulang kampung, manfaatkan ilmu pengetahuan untuk memberi nilai tambah pada potensi lokal demi keberlanjutan alam dan kesejahteraan masyarakat,” tegas para alumni memotivasi peserta.

Creative Forestpreneur: Empat alumni sukses IKAHUT UNTAN membagikan strategi pengembangan bisnis berbasis kearifan lokal HHBK dan kosmetik Tengkawang kepada mahasiswa baru. (Dok. Sylva Media)
Voice of Tomorrow: Asah Kepemimpinan, Critical Thinking, dan K3L Kampus
Sesi kedua menghadirkan UKM Debating Union of Tanjungpura University (DUTY) yang dibawakan oleh Kayla dan Rera Ramadanti. Melalui topik “Voice of Tomorrow”, mahasiswa dibekali kemampuan berpikir kritis (critical thinking), seni berbicara di depan umum (public speaking), serta penerapan Green Safety dan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) di area kampus.
“Melalui tagline kepengurusan kami ‘No One Left Behind’, kami ingin menciptakan ruang yang inklusif. Semua orang bisa bergabung tanpa memandang latar belakang, karena yang paling kami hormati adalah proses belajar dan substansi yang dibangun,” ungkap Rera Ramadanti.

Voice of Tomorrow: Perwakilan UKM DUTY UNTAN membekali mahasiswa baru dengan keterampilan berpikir kritis, seni berbicara di depan umum, dan budaya kampus inklusif. (Dok. Sylva Media)
Sistem Pendidikan dan Perencanaan Karir: Siapkan Mahasiswa Berdaya Saing
Guna memberikan pemahaman yang utuh mengenai tata kelola akademik serta peta jalan masa depan mahasiswa, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan sistem pendidikan tinggi dan pengenalan layanan karir universitas.
Pada sesi pertama, perwakilan Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) UNTAN, Ali Sodikin, S.H., M.Si., memaparkan pentingnya tertib administrasi, akurasi data pribadi mahasiswa pada sistem PDDikti dan Penomoran Ijazah Nasional (PIN), serta pentingnya membangun komitmen untuk menyelesaikan studi tepat waktu.
“Semua kesuksesan dimulai dari komitmen pribadi. Perhatikan akurasi data diri sejak awal pendaftaran agar sinkron pada sistem PDDikti, dan jalani masa kuliah ini dengan penuh tanggung jawab,” tutur Ali Sodikin.
Rangkaian materi kemudian disambung oleh Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan UNTAN, Ikhwan Ruslianto, S.Kom., M.Cs., yang memotivasi mahasiswa baru untuk merancang target karir sejak semester awal melalui penguatan portofolio, keterlibatan dalam kompetisi nasional seperti PKM, PIMNAS, dan P2MW, serta pemanfaatan berbagai platform digital kampus.
“Karir harus direncanakan sejak hari ini, tidak bisa mendadak saat mau lulus. Bangun portofolio yang kuat selama menjadi mahasiswa, sehingga nantinya perusahaanlah yang datang melamar kalian,” tegas Ikhwan Ruslianto.

Kesiapan Karir & Akademik: Perwakilan BAK UNTAN dan UPA Karir UNTAN menekankan pentingnya akurasi data PDDikti serta perancangan portofolio sejak semester awal. (Dok. Sylva Media)
Unjuk Kreativitas dan Pengumuman Pemenang Lomba PKKMB
Suasana kegiatan PKKMB hari ketiga semakin hangat dan meriah saat memasuki sesi “From Ideas to Green Spaces”. Sesi ini menyuguhkan pertunjukan panggung dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Sang Sylva yang membawakan perpaduan seni tari dan lantunan lagu bernuansa kerimbawanan. Gerakan tari yang penuh semangat serta harmonisasi nyanyian para anggota UKM Seni Sang Sylva berhasil menghidupkan suasana dan membakar antusiasme seluruh mahasiswa baru. Kemeriahan berlanjut pada kompetisi yel-yel antar-kelompok, di mana setiap peserta berunjuk gigi menampilkan kekompakan, koreografi kreatif, dan sorakan khas kelompok masing-masing.

Unjuk Kreativitas: Penampilan memukau seni tari dari UKM Seni Sang Sylva yang berhasil menghidupkan suasana dan membakar antusiasme seluruh mahasiswa baru. (Dok. Sylva Media)
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan partisipasi aktif peserta sepanjang rangkaian acara, panitia mengumumkan pemenang perlombaan PKKMB hari ketiga di penghujung sesi. Kategori Yel-Yel Terbaik berhasil diraih oleh Kelompok 1 berkat penampilan yang kompak, energik, dan penuh percaya diri. Sementara itu, kategori Desain Taman Belajar Terbaik dimenangkan oleh Kelompok 14 yang sukses menyajikan konsep rancangan ruang belajar hijau yang inovatif, estetis, serta selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan.
Penutupan Resmi Dekan: Filosofi TENGKAWANG dan Apresiasi Bebas UKT
Puncak acara ditutup secara resmi oleh Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU. Dalam amanatnya, Dekan membedah filosofi mendalam di balik nama angkatan TENGKAWANG (Transforming Education Nursery Green Knowledge Action Worldwide Solid Nature Growth).
Momen haru dan membanggakan terjadi ketika dua mahasiswa baru, Kholimatul Hikmah dari Kapuas Hulu dan Yasir Firzatullah dari Melawi, berani maju ke depan panggung dan menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris secara fasih. Atas keberanian dan keahlian tersebut, Dekan memberikan hadiah langsung berupa bebas pembayaran UKT gratis untuk semester depan bagi kedua mahasiswa tersebut.

Apresiasi Bebas UKT: Dekan Fahutan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, memberikan penghargaan bebas UKT kepada Kholimatul Hikmah dan Yasir Firzatullah atas keberanian berbicara dalam bahasa Inggris. (Dok. Sylva Media)
Ibu Dekan mengimbau seluruh mahasiswa baru untuk terus mengasah kemampuan bahasa asing agar siap memanfaatkan berbagai program pertukaran mahasiswa internasional.
“Kalian harus menjadi Generasi Tengkawang yang benar-benar menjadi kebanggaan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Teruslah berlatih bahasa Inggris karena fakultas menyediakan banyak peluang untuk program internasional ke luar negeri. Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin, Ibu resmi menutup acara PKKMB Tahun 2026,” Ujar Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari, 485 mahasiswa baru secara resmi memulai perjalanannya sebagai bagian dari keluarga besar Rimbawan Fakultas Kehutanan UNTAN.