RAMIN Series 69 Fahutan UNTAN Bahas Mangrove dan Biota Perairan

SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Penggerek kayu laut dan kerang air tawar memiliki peran ekologis yang membuka banyak ruang penelitian. Melalui RAMIN Series-69, Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) mengajak mahasiswa mengenal biota tersebut sekaligus melihat peluang mengembangkan riset bersama akademisi dari Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS).

Seminar bertema Mangrove and Aquatic Science berlangsung di Aula Bungur, Gedung Prof. Sakunto, Fakultas Kehutanan UNTAN, Jumat (16/10/2026). Kegiatan menghadirkan Profesor Dr. Khairul Adha A. Rahim dari UNIMAS, Malaysia, yang membagikan pengalaman penelitian mangrove dan perairan serta perjalanan kolaborasinya dengan UNTAN.

Mewakili Dekan dalam pembukaan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menekankan pentingnya memahami keterkaitan ekosistem daratan, pesisir, dan perairan. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu mahasiswa mengidentifikasi peluang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya, bertukar pikiran dan membangun jejaring akademik,” pesan beliau.

Peserta mengikuti pembukaan RAMIN Series-69 di Aula Bungur Fahutan UNTAN.
Suasana pembukaan RAMIN Series-69 yang menghadirkan narasumber dari Universiti Malaysia Sarawak di Aula Bungur, Fakultas Kehutanan UNTAN, Jumat (16/10/2026).

Memahami Fungsi Biota dalam Ekosistem

Prof. Khairul Adha menjelaskan bahwa organisme penggerek kayu laut atau marine wood borer membantu proses penguraian kayu di lingkungan pesisir. Melalui aktivitas tersebut, organisme ini turut berperan dalam daur karbon pada ekosistem perairan.

Beliau juga menguraikan dampaknya terhadap penggunaan kayu oleh manusia. Aktivitas penggerek dapat merusak struktur kayu pada dermaga dan kapal, sehingga pemahaman mengenai organisme tersebut penting bagi kajian ekologi maupun pemanfaatan material.

Menurut Prof. Khairul Adha, informasi mengenai keragaman penggerek kayu di Borneo masih perlu diperluas. Pengalaman penelitian di sejumlah kawasan mangrove, termasuk di Kalimantan Barat dan Sarawak, memperlihatkan peluang eksplorasi yang dapat melibatkan mahasiswa.

Pembahasan turut mencakup kerang air tawar yang memiliki kemampuan menyaring partikel dari air dan kepekaan terhadap pencemaran. Dalam penelitian kelompok organisme ini, pengamatan ciri morfologi dapat dipadukan dengan analisis molekuler untuk membantu identifikasi spesies.

Ketertarikan Prof. Khairul Adha terhadap mangrove tumbuh dari pengalaman penelitian sejak 1998. Beliau melihat ekosistem tersebut sebagai habitat penting bagi berbagai organisme sekaligus penopang penghidupan masyarakat pesisir.

“Bagi saya, mangrove itu satu yang indah dan saya sedar akan kepentingannya,” tutur beliau.

Prof. Khairul Adha menyampaikan materi pada RAMIN Series-69 Fahutan UNTAN.
Profesor Dr. Khairul Adha A. Rahim dari UNIMAS menyampaikan materi dalam RAMIN Series-69 bertema “Mangrove and Aquatic Science” di Fakultas Kehutanan UNTAN, Jumat (16/10/2026).

Dalam sesi diskusi, mahasiswa mengajukan pertanyaan mengenai pengaruh karhutla terhadap biota perairan serta dampak penguraian kayu terhadap habitat organisme lain. Diskusi ini memperluas pembahasan tentang hubungan antara fungsi biota, kondisi lingkungan, dan kebutuhan perlindungan ekosistem.

Membangun Pengalaman Riset Lintas Negara

Prof. Khairul Adha turut menceritakan kerja sama akademik dengan UNTAN yang, menurut beliau, telah berlangsung sekitar 14 tahun. Kolaborasi tersebut mencakup eksplorasi lapangan, publikasi ilmiah, seminar, serta kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan dosen.

Beliau menekankan bahwa penelitian membutuhkan ketekunan dan hubungan kerja yang dipelihara dalam jangka panjang.

“Kita kena bersabar dalam membuat penelitian,” ujar beliau.

Saat seminar berlangsung, disampaikan bahwa lima mahasiswa UNTAN sedang mengikuti magang di UNIMAS. Pengalaman tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar bersama, mengikuti kegiatan lapangan, dan memperluas jejaring akademik.

Prof. Khairul Adha juga mengemukakan peluang pengembangan kerja sama melalui penelitian bersama, penulisan publikasi, pertukaran pengetahuan, serta kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Pembelajaran mangrove dan perairan melalui forum ini sejalan dengan pengembangan pendidikan dan penelitian Fahutan UNTAN berbasis sumber daya hutan tropis. Pembahasan perlindungan habitat dan kolaborasi akademik lintas negara juga relevan dengan SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tag

Terhubung dengan Fahutan UNTAN

Komentar

1 komentar untuk “RAMIN Series 69 Fahutan UNTAN Bahas Mangrove dan Biota Perairan”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *