Kerjasama ini bisa memupus impor dari luar negeri dan memenuhi permintaan domestik dari negeri sendiri!!

Wax atau yang lebih dikenal dengan lilin adalah produk yang diserap oleh begitu banyak industri di Indonesia, antara lain makanan, farmasi, dan kosmetika.

Namun selama ini, sebagian besar pelaku industri masih mengalami ketergantungan impor dari luar negeri dalam memenuhi bahan baku wax yang mereka butuhkan.

Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi dilaksanakannya MoU antara Universitas Tanjungpura dengan PT. Kirana Mitra Abadi dan PT. Tanjung Raya Energi.

PT. Kirana Mitra abadi telah lebih dari 12 tahun memproduksi petro-based wax hingga petrolatum dan cocolatum dan merupakan supplier terbesar wax di Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan customized banyak industri lewat proses yang baik dan riset produk yang berkelanjutan.

Kini, Kirana berusaha melakukan terobosan lewat produksi wax alami atau natural wax.

MoU dengan Universitas Tanjungpura yang memiliki banyak ahli dianggap sangat strategis dalam upaya kirana untuk mengalihkan penyerapan impor dari luar negeri ke pemenuhan dari negeri sendiri.

Ketiga pihak berharap nota kesepahaman ini bisa menjadi titik awal untuk kian memasifkan produksi wax alami berkelanjutan.

Selain itu, Dekan Fakultas Kehutanan Untan, Dr. Farah Diba mengatakan bahwa MoU ini sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mengharuskan kampus untuk menjalin kerjasama dengan lebih banyak mitra dari Industri.

Diharapkan nantinya akan terbuka peluang-peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan implementasi penelitian-penelitian yang telah dilakukan, mendapatkan kesempatan magang serta menjadi hilirisasi produk penelitian dosen kehutanan agar dapat dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat.

Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT. Kirana Mitra Abadi, Edo Lesmana, Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M. Si., FCBArb, Dekan Fakultas Kehutanan, Dr. Farah Diba, S.Hut., M.Si, dan Direktur Utama PT Tanjung Raya Energi, Manahan Simatupang.

Klik di sini untuk melihat dokumentasi kegiatan!

Bagikan :

Temukan Berita Lainnya

Foto bersama seluruh peserta Konsultasi Publik Revisi Dokumen RKTP Kalimantan Barat 2016-2036.
Sinergi Strategis Akademisi Fahutan UNTAN dan DLHK Kalbar: Rumuskan Dokumen Makro Revisi RKTP 2016-2036 Berbasis Multiusaha
Suasana rapat koordinasi tim penyusun Cagar Biosfer MATA PANDAWA di Pontianak.
Sinergi Lintas Sektor: Rapat Koordinasi Tim Penyusun Cagar Biosfer MATA PANDAWA
Praktisi alumni Dedi Armayadi memaparkan materi komersialisasi produk kayu di RAMIN Series-56 Fahutan UNTAN.
RAMIN Series-56 Fahutan UNTAN Bahas Komersialisasi Produk Kayu, Legalitas, dan Ekonomi Sirkuler
Dr Sarah Augustina dari BRIN memaparkan materi impregnasi kayu di Ramin Series-55 UNTAN.
Ramin Series-55: Fahutan UNTAN Gandeng Pakar BRIN Bedah Teknologi Impregnasi untuk Peningkatan Kualitas Kayu

Tag

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai berita atau detail teknis terkait pengumuman ini? Jangan ragu untuk menghubungi Tim Media Center Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN.