Kepala Laboratorium Silvikultur dan Bioteknologi Hutan Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Silvikultur Tropika

Kabar membanggakan datang dari Laboratorium Silvikultur dan Bioteknologi Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura. Kepala Laboratorium Silvikultur dan Bioteknologi Hutan, Prof. Dr. Ir. Hanna Artuti Ekamawanti, M.Si., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Silvikultur Tropika. Pengukuhan ini menjadi pencapaian penting bagi sivitas akademika Fakultas Kehutanan sekaligus memperkuat kapasitas riset dan inovasi Universitas Tanjungpura.

Dalam prosesi pengukuhan Guru Besar, Prof. Hanna menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Menyemai Ketangguhan dari Rizosfer: Mikoriza, Adaptasi Silvikultur, dan Hutan Tropis yang Cerdas Iklim.” Melalui orasi tersebut, beliau mengangkat pentingnya pemanfaatan fungi mikoriza, penerapan silvikultur adaptif, serta pengelolaan hutan tropis yang mampu menghadapi tantangan perubahan iklim.

Sebagai Kepala Laboratorium Silvikultur dan Bioteknologi Hutan, Prof. Hanna selama ini aktif mengembangkan penelitian dan inovasi di bidang silvikultur tropika, khususnya terkait pemanfaatan mikoriza untuk mendukung produktivitas tanaman hutan dan rehabilitasi lahan.

Orasi Ilmiah tentang Ketangguhan Hutan Tropis
Melalui orasi ilmiahnya, Prof. Hanna menyoroti peran penting ekosistem rizosfer, khususnya fungi mikoriza, sebagai salah satu komponen yang mendukung kesehatan tanaman, meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara, serta memperkuat kemampuan tanaman dalam beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Gagasan ini menjadi salah satu pendekatan ilmiah menuju pengelolaan hutan tropis yang lebih adaptif dan berketahanan iklim.

Dedikasi dalam Pengembangan Riset Silvikultur
Pengukuhan sebagai Guru Besar merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi Prof. Hanna dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai penelitian yang dikembangkan selama ini berkontribusi pada pengembangan ilmu silvikultur tropika dan pemanfaatan bioteknologi dalam pengelolaan hutan.

Memperkuat Peran Laboratorium dalam Inovasi Kehutanan
Dengan dikukuhkannya Kepala Laboratorium sebagai Guru Besar, Laboratorium Silvikultur dan Bioteknologi Hutan diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pembelajaran, penelitian, dan inovasi. Pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk terus menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Pengukuhan Prof. Dr. Ir. Hanna Artuti Ekamawanti, M.Si. sebagai Guru Besar merupakan kebanggaan bagi Laboratorium Silvikultur dan Bioteknologi Hutan serta Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Melalui kepakaran dan dedikasinya, diharapkan semakin banyak inovasi dan penelitian yang lahir untuk mendukung pengelolaan hutan tropis yang berkelanjutan, adaptif terhadap perubahan iklim, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagikan :

Temukan Berita Lainnya

Tim pendamping Fahutan UNTAN dan warga berfoto bersama usai FGD IMAS Desa Mandiri Peduli Gambut di Kubu Raya.
Dari Pemetaan Bersama, Menuju Program Desa Mandiri Peduli Gambut yang Lebih Tepat Sasaran
Foto bersama seluruh civitas akademika dan mahasiswa Fakultas Kehutanan UNTAN usai Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Rektorat.
Fakultas Kehutanan UNTAN Hadir Memeriahkan Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia
Penandatanganan kerja sama riset antara Fahutan UNTAN, PKR Mikroba Karst UNHAS, dan BRIN.
Perkuat Kolaborasi Riset Nasional: Fahutan UNTAN Resmi Jalin Kerja Sama dengan PKR Mikroba Karst UNHAS–BRIN
Pembukaan Seminar RAMIN Series-67 Fahutan UNTAN bersama BRIN dan UNHAS di Aula Bungur.
Sinergi Riset Mikrobiologi dan Genomik: Fahutan UNTAN Gandeng BRIN dan UNHAS Gelar Seminar RAMIN Series-67

Kategori

Tag

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai berita atau detail teknis terkait pengumuman ini? Jangan ragu untuk menghubungi Tim Media Center Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN.