Pontianak, 8 Juli 2025 – Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) kembali berperan aktif dalam upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut di Provinsi Kalimantan Barat. Pada hari Selasa, 8 Juli 2025, bertempat di Aula Rimbawan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat, diadakan rapat pembahasan hasil rekomendasi teknis terkait Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Provinsi Kalimantan Barat untuk periode 2024-2053.
Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga swasta yang memiliki kontribusi dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya menyepakati langkah-langkah strategis dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut yang berkelanjutan di provinsi ini.
Pentingnya Pengelolaan Ekosistem Gambut untuk Keberlanjutan Lingkungan
Dalam sambutannya, Mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Kabid KSDAE Hairil Anwar, S.Hut, M.Hut, menyatakan bahwa ekosistem gambut memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan keanekaragaman hayati, serta berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim. “Pengelolaan ekosistem gambut yang berkelanjutan akan berdampak langsung pada keberlanjutan kehidupan masyarakat dan ekosistem di sekitar wilayah gambut. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama dalam menjaga dan memulihkan ekosistem gambut di Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Rekomendasi Teknis yang Disepakati
Rapat juga menghasilkan dokumen teknis terkait pelaksanaan RPPEG 2024-2053, antara lain terkait upaya restorasi lahan gambut, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan ekosistem gambut, serta penerapan teknologi yang mendukung keberlanjutan pengelolaan tersebut. Dokumen ini juga sejalan dengan dokumen nasional dalam mencapai target-target pembangunan berkelanjutan yang tercantum dalam SDGs (Sustainable Development Goals). Selain itu, tema “Peningkatan Pemulihan dan Perlindungan Ekosistem Gambut Berbasis Masyarakat” juga menjadi bagian penting dalam rencana pengelolaan jangka panjang yang dibahas dalam rapat ini.
Harapan untuk Kerja Sama yang Lebih Baik
Acara ini juga membuka peluang bagi berbagai stakeholder untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan program-program yang telah dirancang. Rapat ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem gambut, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
Agenda Selanjutnya
Sebagai langkah selanjutnya, rencana tindak lanjut rapat ini akan difokuskan pada penguatan kebijakan rekomendasi teknis berupa keputusan gubernur Kalimantan Barat terkait Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2024-2053yang dapat mendorong keberlanjutan pengelolaan ekosistem gambut serta pendanaan untuk implementasi program-program tersebut. Rapat juga mencatat perlunya evaluasi berkala agar pelaksanaan RPPEG dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

