SYLVA MEDIA, LANDAK – Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) menegaskan peran strategisnya sebagai mitra pendamping utama program Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Oleh karena itu, UNTAN melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) di Desa Pak Mayam, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Kegiatan ini berlangsung pada 15 Oktober 2025 dan diikuti oleh 88 peserta.
Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal, bimbingan teknis, dan transfer pengetahuan mengenai program ternak babi, hidroponik, dan revegetasi tanaman buah-buahan kepada masyarakat Desa Pak Mayam.
Kegiatan ini melibatkan seluruh pihak implementasi, termasuk Dr. (H.C) Drs. Cornelis, M.H. (Anggota Komisi XII DPR RI), Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU. (Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN), Direktur PPEG KLHK, Kepala Dinas LHK Provinsi Kalbar dan Kabupaten Landak, Camat, Danramil, Kapolsek, Kepala Desa, Tim DMPG KLH Pusat, Fasilitator, dan masyarakat.
Sambutan Pimpinan Daerah dan Pembukaan Resmi
Kepala Desa Pak Mayam, Bapak Pajar, mengawali sesi sambutan dengan menyampaikan apresiasi tinggi. Beliau menegaskan bahwa Program DMPG merupakan langkah penting untuk memperkuat kolaborasi dan mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan. Terlebih lagi, beliau menekankan pentingnya keberlanjutan program, berharap Desa Pak Mayam berkembang menjadi desa yang mandiri dalam pengelolaan ekosistem gambut dan mampu menjadi contoh penerapan pembangunan berkelanjutan.
Kepala Dinas LHK Kabupaten Landak, Bapak Sahbirin, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. Beliau menjelaskan bahwa ekosistem gambut di Landak menghadapi ancaman degradasi, kekeringan, dan kebakaran. Oleh karena itu, beliau memandang DMPG sebagai upaya nyata mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. Lebih lanjut, beliau berharap Desa Pak Mayam dapat menjadi percontohan dalam penerapan Program DMPG di Kabupaten Landak.
Dukungan Legislatif dan Pesan Kunci dari Dewan
Anggota Komisi XII DPR RI, Bapak Cornelis, M.H., secara resmi membuka kegiatan. Di sisi lain, beliau juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi ini, menegaskan bahwa ekosistem gambut berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mengendalikan perubahan iklim.
Pada momen tersebut, beliau juga secara simbolis menyerahkan dana operasional kepada Kelompok Tim Kerja Pengelola Ekosistem Gambut (TKPPEG), menandai dimulainya pelaksanaan program.

Dr. (H.C) Drs. Cornelis, M.H., Anggota Komisi XII DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalbar 1, secara simbolis menyerahkan dana operasional kepada Kelompok Tim Kerja Pengelola Ekosistem Gambut (TKPPEG), menandai dimulainya pelaksanaan program. (Dok. SYLVA MEDIA)
Dalam pesannya yang kuat kepada masyarakat, Bapak Cornelis menegaskan:
“Masyarakat asli, khususnya masyarakat Dayak, harus mampu menjadi pemimpin bagi daerahnya sendiri. Saya mendorong masyarakat Dayak untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat pengetahuan, dan menguasai teknologi agar tidak tertinggal dalam proses pembangunan desa.”
Beliau berharap kolaborasi multipihak dapat terus terbangun agar program DMPG memberikan manfaat yang nyata.
Penegasan Program dan Tiga Pilar Implementasi
Sesi penyampaian materi (dipandu oleh moderator) fokus pada legitimasi, implementasi, dan dukungan kebijakan.
- Direktur PPEG (KLH): Perwakilan KLH memaparkan bahwa DMPG adalah kerangka kerja strategis yang mengintegrasikan perlindungan ekosistem gambut/mangrove dengan pembangunan perdesaan. Tentu saja, DMPG diarahkan untuk memberi kontribusi nyata terhadap ketahanan lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat desa. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa restorasi gambut yang efektif hanya dapat dicapai melalui pendekatan berbasis masyarakat, yang mencakup tiga pilar utama: Rewetting, Revegetasi, dan Revitalisasi.
- Anggota Dewan (Bapak Cornelis): Dalam materi, Bapak Cornelis menegaskan pentingnya peran serta seluruh warga Desa Pak Mayam dalam menyukseskan DMPG. Beliau mengingatkan bahwa bantuan dana harus digunakan secara bijak, transparan, dan sesuai dengan prioritas kebutuhan desa. Dengan demikian, program ini dapat menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Pak Mayam.
Peran Strategis UNTAN: Mekanisme Pendampingan Akademisi
Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN, Ibu Dr. Ir. Farah Diba, memaparkan peran strategis perguruan tinggi dalam pendampingan program kemandirian masyarakat. Beliau menegaskan bahwa sejak tahun 2022 hingga 2024, Fahutan UNTAN telah mendampingi 31 Kelompok TKPPEG yang tersebar di enam kabupaten, termasuk di Desa Pak Mayam pada tahun 2025.
Ibu Dekan menyoroti enam mekanisme pendampingan utama yang dilakukan UNTAN:
- Rekrutmen dan Pelatihan Fasilitator Masyarakat: Menyiapkan ujung tombak pendampingan di desa.
- Pembentukan Kelembagaan TKPPEG: Mendampingi pembentukan kelompok pengelola ekosistem gambut secara mandiri.
- Pendampingan Perencanaan Partisipatif: Memastikan RKM (Rencana Kerja Masyarakat) sesuai dengan potensi desa dan prinsip pengelolaan gambut yang benar.
- Monitoring Pelaksanaan Program: Melakukan monitoring berkala, termasuk pemasangan dan pemantauan piezometer untuk mengukur muka air tanah.
- Publikasi dan Diseminasi Informasi: Mempublikasikan kegiatan DMPG melalui berbagai kanal media.
- Pendampingan Pelaporan dan Administrasi: Membantu kelompok masyarakat dalam penyusunan laporan kegiatan dan administrasi keuangan.

Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU., (Dekan Fahutan UNTAN) saat memaparkan komitmen pendampingan dan transfer ilmu kepada masyarakat Desa Pak Mayam, memperkuat peran UNTAN sebagai akademisi. (Dok. SYLVA MEDIA)
Penutup dan Komitmen
Kegiatan sosialisasi DMPG di Desa Pak Mayam berjalan dengan sangat positif. Secara keseluruhan, masyarakat memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai tujuan dan manfaat program DMPG sebagai upaya pemberdayaan ekonomi dan penguatan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Fakultas Kehutanan UNTAN menyampaikan komitmen untuk terus mendukung program melalui pendampingan berkelanjutan, penyediaan tenaga ahli, dan pengembangan inovasi berbasis riset demi kemandirian masyarakat dan kelestarian ekosistem gambut.