Pulai Series-25: Fahutan UNTAN Perkuat Sinergi Akademik Bersama APHI Pusat dan Dukungan Pemerintah

Suasana Diskusi Sinergi Triple Helix Pulai Series 25 Fahutan UNTAN APHI.
Sinergi Triple Helix: Suasana diskusi strategis antara Pimpinan Fahutan UNTAN, Pengurus APHI Pusat, dan Kepala Dinas LHK Kalbar dalam Pulai Series #25 di Gedung Prof. Sakunto, MS. (Dok. SYLVA MEDIA)

SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) kembali menggelar forum strategis Pulai Series 25 pada Rabu (4/2/2026). Mengusung semangat kolaborasi “Triple Helix”, kegiatan ini mempertemukan unsur akademisi, asosiasi profesi, dan pemerintah daerah untuk membedah tantangan dunia kehutanan masa depan.

Bertempat di Aula Bungur, Gedung Prof. Sakunto, MS, acara ini menjadi momentum penting bagi Fahutan UNTAN untuk mempererat kerja sama akademik dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Pusat.

Integrasi Kurikulum dan Kebutuhan Industri

Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU, dalam sambutannya menekankan pentingnya mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja sejak dini. Dengan dukungan 49 dosen dan 8 Guru Besar, Fahutan UNTAN siap mencetak rimbawan unggul melalui empat bidang minat utama: Teknologi Hasil Hutan, Budidaya, Konservasi, dan Manajemen Hutan.

“Kami sangat membutuhkan kehadiran praktisi APHI untuk masuk ke kampus memberikan kuliah umum. Kolaborasi ini akan membuat keilmuan mahasiswa menjadi lebih implementatif dan relevan dengan kondisi lapangan,” ujar Dr. Farah Diba.

Dr. Ir. Farah Diba Dekan Fahutan UNTAN saat sambutan Pulai Series 25.

Dekan Fahutan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU, saat memaparkan pentingnya kurikulum berbasis praktisi. (Dok. SYLVA MEDIA)

Merespons hal tersebut, Ketua Umum APHI Pusat, Dr. Ir. H. Soewarso, M.Si, IPU, menyatakan komitmen asosiasi untuk mendukung penuh. “Kami siap memfasilitasi magang mahasiswa dan menjadikan aset kampus seperti KHDTK Mandor sebagai laboratorium alam yang produktif,” tegasnya.

Dukungan Strategis Pemerintah dan Lintas Sektor

Hadirnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Kalimantan Barat, Ir. H. Adi Yani, M.H., memberikan bobot tersendiri dalam diskusi ini. Dalam sesi khusus, Adi Yani menegaskan bahwa pemerintah sangat membutuhkan dukungan riset dari kampus.

“Kalimantan Barat akan segera memulai program penurunan emisi dengan dukungan pendanaan hijau yang besar. Kami tidak bisa jalan sendiri. Kami butuh Fahutan UNTAN, terutama untuk pengembangan bibit melalui teknologi kultur jaringan agar rehabilitasi lahan lebih masif,” ungkap Adi Yani.

Kadis LHK Kalbar Adi Yani Dukung Riset Kultur Jaringan Fahutan UNTAN.

Dukungan Pemerintah: Kadis LHK Kalbar, Ir. H. Adi Yani, M.H., menegaskan pentingnya peran riset Fahutan UNTAN dalam program pendanaan hijau Kalimantan Barat. (Dok. SYLVA MEDIA)

Menariknya, forum ini juga dihadiri oleh perwakilan sektor pertambangan yang menyatakan minatnya untuk berkolaborasi. Pihak tambang membuka diri untuk bekerja sama dengan ahli kehutanan UNTAN dalam melakukan reklamasi lahan bekas tambang dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konsesi.

Menuju Ekosistem Kehutanan Berkelanjutan

Pada akhirnya, Pulai Series #25 menyimpulkan bahwa pengelolaan hutan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Oleh karena itu, sinergi antara kurikulum akademik yang adaptif, dukungan kebijakan pemerintah, dan keterlibatan aktif sektor swasta (APHI dan Tambang) menjadi kunci utama.

Selanjutnya, hasil diskusi ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan jadwal kuliah tamu dari praktisi serta riset bersama untuk menjawab tantangan rehabilitasi hutan di Kalimantan Barat.

Bagikan :

Temukan Berita Lainnya

Foto bersama seluruh peserta Konsultasi Publik Revisi Dokumen RKTP Kalimantan Barat 2016-2036.
Sinergi Strategis Akademisi Fahutan UNTAN dan DLHK Kalbar: Rumuskan Dokumen Makro Revisi RKTP 2016-2036 Berbasis Multiusaha
Suasana rapat koordinasi tim penyusun Cagar Biosfer MATA PANDAWA di Pontianak.
Sinergi Lintas Sektor: Rapat Koordinasi Tim Penyusun Cagar Biosfer MATA PANDAWA
Praktisi alumni Dedi Armayadi memaparkan materi komersialisasi produk kayu di RAMIN Series-56 Fahutan UNTAN.
RAMIN Series-56 Fahutan UNTAN Bahas Komersialisasi Produk Kayu, Legalitas, dan Ekonomi Sirkuler
Dr Sarah Augustina dari BRIN memaparkan materi impregnasi kayu di Ramin Series-55 UNTAN.
Ramin Series-55: Fahutan UNTAN Gandeng Pakar BRIN Bedah Teknologi Impregnasi untuk Peningkatan Kualitas Kayu

Tag

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai berita atau detail teknis terkait pengumuman ini? Jangan ragu untuk menghubungi Tim Media Center Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN.