SYLVA MEDIA, Pontianak. Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura resmi memulai kolaborasi strategis bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) pada peluncuran Program Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan Siklus 6. Kick off dan penandatanganan kerja sama ini diselenggarakan di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (26/11/2025), sebagai langkah awal memperkuat riset serta pengelolaan sumber daya hutan di Kalimantan Barat.
FAHUTAN UNTAN Fokus pada Riset dan Inovasi Tengkawang
Sebagai lembaga akademik yang memiliki mandat dalam pengembangan ilmu kehutanan, Fakultas Kehutanan UNTAN mengambil peran penting dalam pengembangan tengkawang, flora endemik dan maskot Kalimantan Barat. Melalui kerja sama ini, Fakultas Kehutanan UNTAN akan menyusun peta jalan pengembangan tengkawang, mengembangkan riset silvikultur, melakukan analisis senyawa kimia, serta menyiapkan policy brief untuk mendukung kebijakan pemanfaatan tengkawang yang lebih lestari di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Komitmen Fakultas Kehutanan UNTAN Mendukung Pengelolaan Hutan Lestari
Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN menyambut positif dimulainya siklus terbaru TFCA Kalimantan. Kolaborasi ini menjadi momentum untuk menghadirkan penelitian yang tidak hanya bermutu akademik, tetapi juga berkontribusi langsung bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Penguatan kajian mengenai potensi genetik dan nilai tambah tengkawang diharapkan dapat membuka peluang industri berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.

Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN Menyampaikan Presentasi Model Bioprospeksi Tengkawang Berkelanjutan.(DOK. SYLVA MEDIA)
TFCA Kalimantan: Capaian dan Jejak Kolaborasi Lewat KEHATI
Program TFCA Kalimantan telah berjalan lebih dari satu dekade, dengan jejak kolaborasi yang cukup luas. Ketua Umum Pengurus Yayasan KEHATI, Riki Frindos, menyampaikan bahwa hingga 2025, TFCA telah bermitra dengan 81 lembaga di berbagai wilayah Indonesia. Di Kalimantan Barat sendiri, 30 lembaga turut berkontribusi dalam pelaksanaan program konservasi yang tersebar pada tujuh kabupaten/kota dan melibatkan 49 desa.
Penguatan Riset Fakultas Kehutanan UNTAN terhadap Nilai Genetik dan Senyawa Kimia Tengkawang
Fakultas Kehutanan UNTAN akan memimpin kegiatan ilmiah yang berfokus pada pengungkapan potensi genetik dan senyawa kimia tengkawang. Penelitian ini diharapkan mampu memperluas nilai tambah tengkawang untuk berbagai kebutuhan industri, seperti kosmetik, pangan, hingga farmasi. Peran aktif peneliti UNTAN dalam riset ini menjadi dasar pengembangan komoditas lokal yang berkelanjutan.
Apresiasi atas Dukungan Pemerintah Daerah dan Mitra
Fakultas Kehutanan UNTAN memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai organisasi lokal atas dukungan mereka terhadap implementasi program TFCA Kalimantan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan penelitian, konservasi, serta pengembangan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Fakultas Kehutanan UNTAN Siap Mendukung Agenda Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan
Dengan dimulainya Siklus 6 TFCA Kalimantan, Fakultas Kehutanan UNTAN menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari upaya pelestarian hutan dan pengembangan potensi sumber daya hayati Kalimantan Barat. Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan solusi ilmiah dan kebijakan yang memperkuat pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah maupun nasional.

Foto Bersama Peserta Pertemuan Pengembangan Model Bioprospeksi Tengkawang Berkelanjutan (DOK. SYLVA MEDIA)

