Matrikulasi Hari Pertama Fahutan UNTAN 2026: Bekali 490 Mahasiswa Baru Kesiapan Akademik dan Visi Rimbawan Masa Depan

Suasana pembukaan Matrikulasi Hari Pertama 2026 Fakultas Kehutanan UNTAN oleh Dekan Dr Ir Farah Diba.
Pembukaan Resmi Matrikulasi: Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU., saat membuka secara resmi kegiatan Matrikulasi Mahasiswa Baru 2026 di Aula Meranti. (Dok. Sylva Media)

SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) resmi menggelar kegiatan Matrikulasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis, 6 Agustus 2026. Berlangsung di Aula Meranti Fakultas Kehutanan UNTAN, kegiatan ini mengusung tema “TENGKAWANG: Transforming Education, Nurturing Green Knowledge And Worldwide Action for Nature Growth (Menumbuhkan Rimbawan Muda Berintegritas, Inovatif, dan Adaptif untuk Hutan Lestari)”.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU. Dalam sambutannya, Dekan menekankan bahwa matrikulasi berfokus utuh pada pembekalan akademik internal fakultas agar mahasiswa siap menghadapi iklim perkuliahan. Beliau juga membakar semangat 490 mahasiswa baru untuk menargetkan kelulusan bersama tepat waktu pada Juli 2030 dengan memegang teguh prinsip no one left behind.

Sebanyak 490 mahasiswa baru mengikuti agenda pra-perkuliahan ini guna menyamakan pemahaman dasar, beradaptasi dengan budaya akademik, serta memahami sistem pembelajaran perguruan tinggi sebelum memulai masa studi secara penuh. Kegiatan matrikulasi hari pertama ini terbagi ke dalam enam sesi utama:

Kepemimpinan & Wawasan Kehutanan: Siapkan Generasi TENGKAWANG Menjadi Pemimpin Masa Depan

Sesi pertama dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU, yang membawakan materi bertajuk “From Forest Learners to Future Leaders: Transforming Education for Sustainable Nature”. Dalam pemaparannya, Dekan menjelaskan perbedaan mendasar antara PKKMB yang berfokus pada kesiapan lulus secara umum dengan Matrikulasi yang menekankan penguatan akademik internal fakultas.

Dekan mendorong mahasiswa angkatan 2026 untuk tidak sekadar menjadi “mahasiswa kupu-kupu” (kuliah-pulang), melainkan aktif berorganisasi, berkarya, dan menanamkan lima sifat unggulan rimbawan: disiplin, berani bertindak, bersosialisasi, rendah hati, serta menjaga adab dan etika komunikasi. Beliau juga memimpin sesi refleksi diri dan komitmen bersama untuk lulus tepat waktu pada Juli 2030.

“Kami di sini berharap semua yang belajar di Fakultas Kehutanan itu bukan jadi ‘mahasiswa kupu-kupu’ yang hanya datang kuliah lalu pulang. Kalian harus aktif berorganisasi, berkarya, dan berprestasi, karena kami menyiapkan kalian tidak hanya belajar tentang hutan, tapi siap menjadi pemimpin masa depan,” tegas Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU.

Dekan Fahutan UNTAN Dr Ir Farah Diba memaparkan materi kepemimpinan dan wawasan kehutanan.

Visi Pemimpin Masa Depan: Dekan Fahutan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, membekali 490 mahasiswa baru dengan lima karakter unggulan rimbawan dan motivasi kelulusan tepat waktu. (Dok. Sylva Media)

Kurikulum dan Profil Lulusan: Fondasi Akademik Menuju Sarjana Kehutanan Unggul

Sesi kedua menghadirkan Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Ir. M. Sofwan Anwari, S.Si., M.Si., IPU, yang memaparkan kerangka Kurikulum Program Studi Kehutanan (S1). Kurikulum ini dirancang mengacu pada standar nasional dan kebutuhan daerah Kalimantan Barat dengan total beban kelulusan minimal 144 SKS yang dapat ditempuh dalam 8 hingga 14 semester.

Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan lima profil utama lulusan Fahutan UNTAN, yaitu Peneliti, Pendidik, Birokrat Kehutanan, Wirausahawan, dan Profesional. Penegasan aturan mengenai Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) seperti Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia juga disampaikan, di mana nilai D atau E tidak diperbolehkan sebagai syarat kelulusan dan sidang skripsi.

“Kurikulum Fakultas Kehutanan dirancang untuk membentuk profil lulusan sebagai peneliti, pendidik, birokrat, wirausahawan, hingga profesional. Ingat, mata kuliah wajib seperti Agama, Pancasila, dan Kewarganegaraan tidak boleh bernilai D agar syarat kelulusan tepat waktu terpenuhi,” ujar Dr. Ir. M. Sofwan Anwari, S.Si., M.Si., IPU.

Wakil Dekan Bidang Akademik Dr Ir M Sofwan Anwari memaparkan kurikulum dan profil lulusan Fahutan UNTAN.

Fondasi Akademik: Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Ir. M. Sofwan Anwari, memaparkan struktur beban 144 SKS dan aturan kelulusan mata kuliah wajib kurikulum. (Dok. Sylva Media)

Strategi Studi dan Dosen PA: Kunci Lulus Tepat Waktu

Memasuki sesi ketiga, Ketua Jurusan Kehutanan, Dr. Hikma Yanti, S.Hut., M.Si., memaparkan Visi dan Misi Prodi Kehutanan yang berfokus pada keunggulan ekosistem hutan hujan tropis, khususnya hutan lahan basah dan gambut. Beliau menjelaskan pilihan skema percepatan kelulusan 3,5 tahun (145 SKS) maupun skema reguler 4 tahun melalui manajemen waktu yang disiplin dan sistem perancangan Sisaga.

Dr. Hikma Yanti menekankan pentingnya etika berkomunikasi dan kewajiban konsultasi dengan Dosen Pembimbing Akademik (PA) minimal tiga kali dalam satu semester (awal semester/KRS, pertengahan semester/UTS, dan akhir semester/KHS), serta penerapan Sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP) berbasis Outcome Based Education (OBE).

“Untuk bisa mencapai kelulusan tepat waktu 3,5 atau 4 tahun, mahasiswa harus disiplin membagi waktu. Dosen PA bukan sekadar tempat meminta validasi KRS, melainkan mitra konsultasi akademik yang wajib kalian temui secara berkala agar tidak ada mata kuliah yang tertinggal,” papar Dr. Hikma Yanti, S.Hut., M.Si.

Ketua Jurusan Kehutanan Dr Hikma Yanti menyampaikan materi strategi studi dan bimbingan Dosen PA.

Kunci Lulus Tepat Waktu: Ketua Jurusan Kehutanan, Dr. Hikma Yanti, menegaskan pentingnya konsultasi rutin bersama Dosen Pembimbing Akademik dan manajemen waktu perkuliahan. (Dok. Sylva Media)

Program Kampus Berdampak: Integrasi Kuliah, Magang Industri, dan Riset Lapangan

Sesi keempat diisi oleh Pengelola Program Kampus Berdampak, Dr. Wardatutthoyyibah, S.Hut., M.Sc., yang mensosialisasikan skema percepatan studi dan integrasi keilmuan dengan dunia kerja. Syarat utama untuk mengikuti program ini adalah mahasiswa memiliki IPK minimal 3.00 dan telah menempuh 80 SKS.

Melalui skema Magang Berdampak pada semester 5, mahasiswa menjalani perkuliahan padat selama 7 minggu di kampus yang dilanjutkan dengan 8 minggu magang di mitra industri/LSM atau kolaborasi internasional (seperti ke UNIMAS Malaysia) dengan rekognisi penuh hingga 24 SKS. Selain itu, skema Penelitian Berdampak pada semester 7 disiapkan untuk mempercepat penyelesaian skripsi.

“Melalui Program Kampus Berdampak, mahasiswa tidak hanya berkuliah di dalam kelas, tetapi langsung terjun ke dunia industri dan masyarakat. Dengan IPK minimal 3.00, kalian bisa mengambil Magang Berdampak di semester 5 yang dikonversi penuh hingga 24 SKS,” jelas Dr. Wardatutthoyyibah, S.Hut., M.Sc.

Dr Wardatutthoyyibah memaparkan sosialisasi skema Program Kampus Berdampak Fahutan UNTAN.

Program Kampus Berdampak: Dr. Wardatutthoyyibah mensosialisasikan peluang integrasi magang industri dan riset lapangan yang dikonversi hingga 24 SKS. (Dok. Sylva Media)

Bidang Minat MH dan THH: Pengelolaan Tata Kelola Karbon Hingga Industri Zero Waste

Sesi kelima berfokus pada sosialisasi dua Bidang Minat Studi, yaitu Manajemen Hutan (MH) dan Teknologi Hasil Hutan (THH). Narasumber Bidang MH, Endi Ramadhani, S.Si., M.Sc., memaparkan fokus bidangnya pada tata kelola lingkungan, ekonomi, dan sosial, pemetaan GIS, penggunaan drone, hingga analisis biomassa dan karbon. Sementara itu, Ketua Bidang Minat THH, Ir. M. Dirhamsyah, M.P., IPU, menjelaskan pengolahan kayu dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan prinsip industri ramah lingkungan (zero waste).

Pemaparan materi Bidang Minat Manajemen Hutan oleh Endi Ramadhani dan Teknologi Hasil Hutan oleh Ir M Dirhamsyah.

Sinergi Hulu-Hilir Kehutanan: Pemaparan tata kelola karbon dan GIS oleh Endi Ramadhani, S.Si., M.Sc. (MH) bersanding dengan paparan industri zero waste oleh Ir. M. Dirhamsyah, M.P., IPU. (THH). (Dok. Sylva Media)

“Di bidang Manajemen Hutan, kita memastikan jaminan keberlanjutan kawasan hutan melalui keseimbangan kelola lingkungan, ekonomi, dan sosial. Sebagai rimbawan, kita harus punya pola pikir untuk terus mempertahankan dan melestarikan hutan,” ujar Endi Ramadhani, S.Si., M.Sc.

“Sementara di Teknologi Hasil Hutan, kita memproses potensi kayu dan non-kayu menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan prinsip zero waste. Kita membekali mahasiswa keahlian teknologi pengolahan sekaligus komitmen menjaga kelestarian hutan di bagian hilir,” terang Ir. M. Dirhamsyah, M.P., IPU.

Bidang Minat BDH dan KSDHE: Dari Inti Silvikultur Hingga Konservasi Keanekaragaman Hayati

Sesi keenam menutup rangkaian matrikulasi hari pertama dengan pemaparan dari Bidang Minat Budidaya Hutan (BDH) dan Konservasi Sumber Daya Hutan & Ekowisata (KSDHE). Ketua Bidang Minat BDH, Prof. Dr. Ir. Dwi Astiani, M.Sc., menegaskan BDH sebagai core keilmuan kehutanan untuk memulihkan ekosistem melalui silvikultur, persemaian modern, dan rehabilitasi lahan. Di sisi lain, Ketua Bidang Minat KSDHE, Ir. Erianto, M.P., IPU, memaparkan tiga prinsip utama konservasi (Perlindungan, Pengawetan, dan Pemanfaatan) dengan porsi 80% kegiatan berada langsung di lapangan.

“Budidaya Hutan adalah core atau inti dari keilmuan kehutanan untuk menciptakan dan memulihkan ekosistem hutan. Kami mencetak rimbawan yang mampu membudidayakan hutan berbasis ekologi, ekonomi, sosial, dan teknologi modern,” pangkas Prof. Dr. Ir. Dwi Astiani, M.Sc.

“Sementara di Konservasi, kita tidak hanya melarang, tetapi bergerak pada tiga prinsip utama: perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara berkelanjutan. Di bidang KSDHE, 80 persen kegiatan dilaksanakan langsung di lapangan untuk menjaga keanekaragaman hayati,” tutup Ir. Erianto, M.P., IPU.

Pemaparan materi Bidang Minat Budidaya Hutan oleh Prof Dwi Astiani dan KSDHE oleh Ir Erianto.

Silvikultur dan Konservasi: Penjelasan core keilmuan rehabilitasi hutan oleh Prof. Dr. Ir. Dwi Astiani, M.Sc. (BDH) bersanding dengan paparan prinsip konservasi keanekaragaman hayati oleh Ir. Erianto, M.P., IPU. (KSDHE). (Dok. Sylva Media)

Melalui seluruh rangkaian materi pada hari pertama ini, mahasiswa baru Fakultas Kehutanan UNTAN tidak hanya mendapatkan gambaran utuh mengenai peta jalan akademik dan struktur keilmuan, tetapi juga suntikan motivasi mendalam untuk menjalani perkuliahan secara disiplin dan berintegritas. Matrikulasi hari pertama ini menjadi fondasi awal yang kokoh bagi Generasi TENGKAWANG 2026 dalam membangun kesiapan studi, beradaptasi dengan budaya kampus, serta memantapkan komitmen untuk tumbuh menjadi rimbawan unggul yang siap lulus tepat waktu pada tahun 2030.

Bagikan :

Temukan Berita Lainnya

Tim pendamping Fahutan UNTAN dan warga berfoto bersama usai FGD IMAS Desa Mandiri Peduli Gambut di Kubu Raya.
Dari Pemetaan Bersama, Menuju Program Desa Mandiri Peduli Gambut yang Lebih Tepat Sasaran
Foto bersama seluruh civitas akademika dan mahasiswa Fakultas Kehutanan UNTAN usai Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Rektorat.
Fakultas Kehutanan UNTAN Hadir Memeriahkan Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia
Penandatanganan kerja sama riset antara Fahutan UNTAN, PKR Mikroba Karst UNHAS, dan BRIN.
Perkuat Kolaborasi Riset Nasional: Fahutan UNTAN Resmi Jalin Kerja Sama dengan PKR Mikroba Karst UNHAS–BRIN
Pembukaan Seminar RAMIN Series-67 Fahutan UNTAN bersama BRIN dan UNHAS di Aula Bungur.
Sinergi Riset Mikrobiologi dan Genomik: Fahutan UNTAN Gandeng BRIN dan UNHAS Gelar Seminar RAMIN Series-67

Tag

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai berita atau detail teknis terkait pengumuman ini? Jangan ragu untuk menghubungi Tim Media Center Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN.