Sinergi Lintas Sektor: Rapat Koordinasi Tim Penyusun Cagar Biosfer MATA PANDAWA

Suasana rapat koordinasi tim penyusun Cagar Biosfer MATA PANDAWA di Pontianak.
Sinergi Lintas Sektor: Pertemuan perdana tim kerja guna menyelaraskan langkah dalam penyusunan dokumen Cagar Biosfer MATA PANDAWA. (Dok. SYLVA MEDIA)

SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menggelar rapat koordinasi strategis pada Selasa, 12 Mei 2026. Pertemuan ini berfokus pada pembentukan dan koordinasi tim penyusun Cagar Biosfer MATA PANDAWA.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Cafe Meramoe ini mempertemukan para pemangku kepentingan kunci. Tim ini akan mengawal pengusulan kawasan yang meliputi Cagar Alam Laut (CAL) Karimata, Taman Nasional Gunung Palung, dan Hutan Lindung (HL) Mendawak.

Kolaborasi Akademisi dan Birokrasi

Kepala DLHK Kalbar, Ir. H. Adi Yani, MH, mengundang perwakilan institusi strategis dalam rapat tersebut. Pihak akademisi dari Fakultas Kehutanan (Fahutan) UNTAN turut hadir memberikan dukungan ilmiah.

Hadir dalam pertemuan ini Dekan Fahutan UNTAN serta Guru Besar Prof. Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, M.Sc., QAM., IPU. Selain itu, perwakilan dari BKSDA Kalbar dan UPT KPH wilayah Kubu Raya juga memperkuat barisan tim penyusun ini.

Persiapan Proposal ke Komite Nasional MAB UNESCO

Fokus utama pembahasan dalam rapat ini adalah pematangan materi teknis. Tim kerja mulai menyusun draf proposal yang akan mereka sampaikan kepada Komite Nasional MAB UNESCO Indonesia – BRIN.

Penyampaian proposal ini merupakan langkah awal untuk mendapatkan pengakuan dunia atas kekayaan hayati Kalimantan Barat. Tim berkomitmen menjaga kualitas data agar sesuai dengan standar penilaian nasional dan internasional. Seluruh pihak optimis bahwa sinergi ini akan mempercepat proses administratif dan teknis yang dibutuhkan.

Bagikan :

Temukan Berita Lainnya

Trenggiling
Ditemukan di Arboretum Sylva UNTAN, Trenggiling Jantan Dievakuasi dan Diserahkan ke BKSDA Kalbar
Tiga orang penjaga hutan adat Desa Setawar Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat.
Menjaga Nafas Leluhur: Kisah Para Penjaga Hutan Adat Rimba Engkulong/BRIS, Rimba Bukit Jundak, dan Rimba Geradok sebagai Warisan Hidup Nenek Moyang di Desa Setawar
Foto bersama seluruh peserta Konsultasi Publik Revisi Dokumen RKTP Kalimantan Barat 2016-2036.
Sinergi Strategis Akademisi Fahutan UNTAN dan DLHK Kalbar: Rumuskan Dokumen Makro Revisi RKTP 2016-2036 Berbasis Multiusaha
Praktisi alumni Dedi Armayadi memaparkan materi komersialisasi produk kayu di RAMIN Series-56 Fahutan UNTAN.
RAMIN Series-56 Fahutan UNTAN Bahas Komersialisasi Produk Kayu, Legalitas, dan Ekonomi Sirkuler

Tag

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai berita atau detail teknis terkait pengumuman ini? Jangan ragu untuk menghubungi Tim Media Center Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN.