Bioprospeksi Tengkawang: Fahutan UNTAN Perkuat Konservasi dan Peringatan Risiko Hukum Komunal

Seminar Bioprospeksi Tengkawang Fahutan UNTAN dan Yayasan KEHATI
Moderator Dr. Hikma Yanti, S.Hut., M.Si., (kiri), Ir. Puspa Dewi Liman, M.Sc. (Direktur Program KEHATI), dan Dr. Miranda Risang Ayu Palar (FH UNPAD) memimpin sesi diskusi seminar Tengkawang. (Dok. SYLVA MEDIA)

SYLVA MEDIA, PONTIANAK – Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Fahutan UNTAN) bersama Yayasan KEHATI menyelenggarakan seminar penting tentang “Membangun Model Bioprospeksi Tengkawang Berkelanjutan.” Seminar ini terselenggara pada Kamis, 27 November 2025, di Aula Bungur, dan bertujuan mengintegrasikan aspek konservasi, ekonomi, dan kebijakan berbasis komunitas di Kalimantan Barat.

Acara ini secara khusus menyoroti potensi besar komoditas Tengkawang sekaligus risiko hukum yang mengintai pemanfaatannya.

Visi Dekan: Tengkawang Maskot Kalbar Harus Viral

Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN, Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU., membuka seminar. Pertama-tama, beliau menyoroti potensi Tengkawang.

“Tengkawang itu maskot Kalimantan Barat… Mudah-mudahan nanti semuanya termotivasi untuk riset bidang Tengkawang, supaya lebih banyak lagi publikasi-publikasi tentang Tengkawang, dan kita viralkan Tengkawang itu Kalbar. Kalau ke Kalbar berarti harus ingat Tengkawang,” ujar Dr. Farah Diba, menyerukan ajakan riset dan branding lokal.

Peringatan Biopiracy dan Perlunya Hak Komunal

Fakultas Kehutanan menghadirkan Miranda Risang Ayu Palar, S.H., LL.M., Ph.D. (Dosen FH UNPAD), dalam sesi utama. Ia memberikan peringatan tegas mengenai risiko hukum dalam bioprospeksi.

“Anda menjadi pahlawan keragaman hayati, atau Anda menjadi pembajak biologis. Peneliti itu banyak yang tidak sadar mereka menjadi pembajak biologis,” tegas Miranda.

Miranda Risang Ayu Palar UNPAD Peringatan Biopiracy Tengkawang

Dr. Miranda Risang Ayu Palar (FH UNPAD) menyampaikan peringatan tegas mengenai risiko menjadi ‘pembajak biologis’ dalam penelitian Tengkawang. (Dok. SYLVA MEDIA)

Selain itu, beliau menekankan pentingnya prinsip HAKI Komunal: “Intinya sederhana, jangan berpikir individualistik tetapi berpikir secara komunal. Kita harus berbagi dan itu yang titik kritisnya di situ,” serunya.

Krisis Data, Regulasi Nasional, dan Pengakuan Adat

Lebih lanjut, seminar ini menyoroti tantangan regulasi dan pengakuan wilayah adat. Direktur Program TFCA Kalimantan Yayasan KEHATI, Ir. Puspa Dewi Liman, M.Sc., menyoroti bahwa data statistik tidak bisa merekam kontribusi ekonomi Tengkawang ke Kalbar.

Dukungan Regulasi: Terkait regulasi, Ibu Mutiara Siadari (Kapokja Tata Kelola & Bioekonomi KLHK) mengonfirmasi bahwa KLHK saat ini membahas RPP SDG (Sumber Daya Genetik), menekankan bahwa Tengkawang memang perlu dilestarikan.

Prioritas Komunitas: Terakhir, Lorenzius Tatang (Perwakilan Komunitas) menekankan prioritas pengakuan adat. “Tolong dulu diberi perlindungan ke wilayahnya dulu, pengakuan masyarakatnya dulu, baru kita berbagi,” pintanya.

Sebagai penutup, para peserta menggarisbawahi pentingnya sinergi antara kebijakan nasional (KLHK), data ilmiah (KEHATI/UNTAN), dan pengakuan hak komunal masyarakat adat, demi mewujudkan model bioprospeksi Tengkawang yang berkeadilan.

Bagikan :

Temukan Berita Lainnya

Foto bersama tim pendamping Fahutan UNTAN, perangkat desa, dan pengurus TK-PPEG pada penyusunan RKM DMPG Kubu Raya.
Fahutan UNTAN Dampingi Penyusunan RKM di 7 Desa Sasaran Program Desa Mandiri Peduli Gambut Kalbar 2026
Foto bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia
Fakultas Kehutanan UNTAN Hadiri Rakor Pengendalian Karhutla Bersama Menteri Kehutanan RI
Foto bersama 490 mahasiswa baru Generasi TENGKAWANG dan pimpinan Fahutan UNTAN pada penutupan PKKMB dan Matrikulasi 2026.
Rangkaian PKKMB dan Matrikulasi Fahutan UNTAN 2026 Resmi Ditutup: Dekan Sambut 490 Mahasiswa Baru Gen TENGKAWANG Menuju Petualangan Akademik
Tim pendamping Fahutan UNTAN dan warga berfoto bersama usai FGD IMAS Desa Mandiri Peduli Gambut di Kubu Raya.
Dari Pemetaan Bersama, Menuju Program Desa Mandiri Peduli Gambut yang Lebih Tepat Sasaran

Tag

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai berita atau detail teknis terkait pengumuman ini? Jangan ragu untuk menghubungi Tim Media Center Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN.