Peserta berfoto bersama di UiTM Sarawak sambil membentangkan spanduk ungu Learning Across Borders.
Foto bersama delegasi Fahutan UNTAN dan mitra UiTM Sarawak dalam rangkaian Learning Across Borders di UiTM Cawangan Sarawak, Malaysia, Jumat (18/9/2026). (Doc. Sylva Media)

Fahutan UNTAN Jajaki Magang Mahasiswa dan Kolaborasi Riset melalui Learning Across Borders di Sarawak

SYLVA MEDIA, KUCHING — Penjajakan magang mahasiswa dan kolaborasi riset menjadi salah satu agenda Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) dalam program Learning Across Borders: Benchmarking Forestry Education for a Sustainable Future di Sarawak, Malaysia, pada 17–21 September 2026. Bersama Faculty of Plantation and Agrotechnology, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sarawak, delegasi mempelajari pengelolaan informasi kayu, fasilitas penelitian, dan praktik restorasi hutan.

Rombongan dipimpin Dekan Fahutan UNTAN, Prof. Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU, dengan melibatkan pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa program sarjana dan magister. Prof. Farah menekankan pentingnya mempertemukan pendidikan kehutanan dengan pengalaman riset dan pengelolaan sumber daya hutan di wilayah Borneo.

“Kami membuka jalan agar mahasiswa dan dosen Fahutan UNTAN dapat terlibat dalam program magang internasional, pertukaran riset hilirisasi hasil hutan bukan kayu,” ujar Prof. Farah.

Pembelajaran Industri Kayu di PUSAKA

Pada Jumat (18/9/2026), delegasi mengunjungi Muzium Kayu Sarawak yang dikelola Sarawak Timber Industry Development Corporation (STIDC/PUSAKA) di Wisma Sumber Alam, Petra Jaya, Kuching. Koleksi museum memperkenalkan sejarah industri perkayuan, spesimen botani, serta produk olahan kayu yang menunjukkan keragaman pemanfaatan sumber daya hutan.

civitas akademika berdiskusi di ruang pamer museum dengan koleksi herbarium dan panel informasi kayu.
Suasana pembelajaran di ruang koleksi herbarium dan informasi kayu Muzium Kayu Sarawak (PUSAKA), Kuching, Jumat (18/9/2026). (Doc. Sylva Media)

Pembelajaran dari museum menjadi bahan perbandingan bagi pengelolaan koleksi anatomi kayu dan pendidikan teknologi hasil hutan di Fahutan UNTAN. Pertemuan di PUSAKA juga menjajaki peluang magang mahasiswa serta riset hasil hutan bukan kayu (HHBK) untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kehutanan.

Pengalaman belajar di luar ruang kuliah ini relevan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Pengenalan koleksi dan praktik pengelolaan informasi kayu memberi mahasiswa serta dosen rujukan untuk memperkaya pembelajaran berbasis sumber daya hutan tropis.

Pertukaran Pengetahuan di Pusat Riset

Pada siang hari, kunjungan berlanjut ke Forest Research Centre (FRC), Research, Development and Innovation Division (RDID), Jabatan Hutan Sarawak di Penrissen, Kuching. Delegasi meninjau fasilitas penelitian mikologi, entomologi, silvikultur, botani hutan, anatomi kayu, dan persemaian riset.

Peserta mengamati lembar spesimen tumbuhan di meja herbarium bersama seorang pendamping di ruang penelitian.
Delegasi Fahutan UNTAN meninjau koleksi herbarium di Forest Research Centre (FRC/RDID), Jabatan Hutan Sarawak, Kuching, Jumat (18/9/2026). (Doc. Sylva Media)

Diskusi teknis bersama peneliti membuka peluang kerja sama pada bidang mikoriza hutan, pemulihan lahan terdegradasi, dan taksonomi tumbuhan. Publikasi ilmiah bersama dibahas sebagai salah satu peluang pengembangan riset yang masih memerlukan tindak lanjut.

Pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dan lembaga kehutanan tersebut memperluas jejaring untuk menghubungkan kepakaran serta fasilitas penelitian. Arah kolaborasi ini berkaitan dengan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, terutama melalui peluang kerja sama pendidikan dan riset lintas negara.

Belajar Restorasi Hutan di Sabal

Pada Sabtu (19/9/2026), delegasi mengunjungi Sabal Agroforestry Centre atau Sabal Forest Landscape Restoration Centre di Hutan Simpan Sabal, Simunjan. Di lokasi ini, peserta mempelajari pembibitan jenis pohon lokal dan bambu, plot penelitian Eucalyptus, serta pengamatan tajuk hutan melalui jalur kanopi.

Mahasiswa juga mengikuti penanaman pohon dan berbagi pengalaman bersama komunitas pengelola agroforestri setempat. Pembelajaran mengenai penyediaan bibit dan pemulihan lahan terdegradasi berkaitan dengan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, melalui perhatian pada keberlanjutan hutan dan keanekaragaman hayatinya.

Rangkaian kunjungan ini sejalan dengan misi Fahutan UNTAN dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian berbasis sumber daya hutan tropis serta kemitraan berkelanjutan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan pembelajaran dan pengelolaan laboratorium, sementara peluang magang serta riset bersama perlu diterjemahkan ke dalam pembahasan kerja sama berikutnya.

Tag

Terhubung dengan Fahutan UNTAN

Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *