SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Jepin bersama dan sajian kue tradisional mewarnai peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Fahutan UNTAN), Jumat (23/10/2026). Kegiatan di Kampus Lama Fahutan UNTAN tersebut dihadiri seluruh dosen dan tenaga kependidikan dengan mengenakan busana Melayu sebagai wujud kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Para Ibu mengenakan baju kurung, sedangkan para Bapak memakai teluk belanga. Pilihan busana tersebut mengikuti ajakan fakultas agar peringatan hari jadi kota menjadi kesempatan untuk menampilkan identitas budaya setempat dalam kehidupan kampus.
Busana Melayu dan Ekspresi Kebersamaan
Melalui undangan yang ditandatangani Dekan Fahutan UNTAN Prof. Dr. Ir. Farah Diba, penyelenggaraan kegiatan diarahkan untuk “menumbuhkan rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya daerah”. Ajakan tersebut ditujukan kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan agar dapat mengambil bagian dalam peringatan bersama.
Foto bersama menjadi salah satu momen peringatan yang mempertemukan dosen dan tenaga kependidikan dalam balutan busana Melayu. Partisipasi tersebut menghadirkan ruang perjumpaan di luar pelaksanaan tugas akademik dan layanan sehari-hari di fakultas.
Dekan Fahutan UNTAN Prof. Farah turut mengikuti jepin bersama para peserta. Keterlibatan dalam gerak tari memberi kesempatan bagi warga fakultas untuk merayakan hari jadi kota melalui praktik seni budaya, sekaligus membangun suasana akrab antarsesama.

Dalam susunan acara, foto bersama dan jepin dipadukan dengan agenda pembuatan video ucapan selamat ulang tahun Kota Pontianak. Perayaan tersebut menghubungkan penampilan busana dan seni dengan partisipasi warga fakultas dalam menyampaikan apresiasi kepada kota tempat mereka berkegiatan.
Satu Rasa Sejuta Cerita
Kebersamaan berlanjut saat dosen dan tenaga kependidikan menikmati kue tradisional. Aneka hidangan tersaji dalam nampan yang dikelilingi para peserta, menjadi bagian dari perayaan yang mempertemukan seni, busana, dan kuliner daerah.

Tradisi kuliner mendapat tempat melalui ajakan membawa kue tradisional khas Pontianak. Dalam undangan, partisipasi tersebut diposisikan sebagai simbol kekayaan budaya dengan ungkapan “Satu Rasa Sejuta Cerita” demi keberagaman dan keharmonisan bersama.
Tradisi berbagi makanan memberi ruang bagi peserta untuk berkontribusi melalui hal yang dekat dengan keseharian. Momen menikmati kue bersama diharapkan ikut menjaga kedekatan antarsesama sekaligus merawat apresiasi terhadap kuliner daerah.
Perhatian terhadap busana, seni, dan kuliner lokal berhubungan dengan semangat SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya pelestarian warisan budaya. Pada lingkup kampus, keterkaitan itu diwujudkan melalui pengenalan dan partisipasi dalam tradisi.
Melalui peringatan ini, Fahutan UNTAN mengambil bagian dalam merayakan perjalanan Kota Pontianak dengan mengangkat budaya yang hidup di tengah masyarakat. Kebersamaan dosen dan tenaga kependidikan diharapkan terus terpelihara sekaligus memperkuat kepedulian terhadap keberagaman budaya di lingkungan fakultas.

1 komentar untuk “Jepin dan Kue Tradisional Warnai Peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak di Fahutan UNTAN”
ayo lestarikan budaya melayu