Fakultas Kehutanan UNTAN Angkat Kultur Jaringan dalam Seminar RAMIN Series 36 bersama Ahli IPB

Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) kembali mengadakan RAMIN (Seminar Keilmuan dari Praktisi dan Industri) Series 36 dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang konservasi sumber daya hutan dan ekowisata, yaitu Bapak Ir. Edhi Sandra, M.Si dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB. Seminar yang diadakan pada hari Jumat, 1 November 2024 ini mengangkat tema yang sangat relevan dan prospektif, yaitu “Kultur Jaringan Tanaman Hutan yang Prospektif”.

Seminar yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom ini berhasil menarik perhatian para akademisi, mahasiswa, serta praktisi di bidang kehutanan dan lingkungan hidup. Dalam pemaparannya, Ir. Edhi Sandra mengulas pentingnya pengembangan kultur jaringan dalam upaya konservasi dan reboisasi hutan. Menurutnya, metode kultur jaringan tidak hanya efektif dalam melestarikan spesies tanaman hutan yang langka, tetapi juga memiliki potensi ekonomi tinggi untuk pengembangan industri kehutanan berkelanjutan.

Peserta seminar terlihat antusias mengikuti jalannya diskusi, yang memberikan wawasan baru tentang aplikasi kultur jaringan untuk menghasilkan tanaman berkualitas tinggi secara massal dan dalam waktu yang lebih singkat. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi para peserta, khususnya dalam mengembangkan metode konservasi yang inovatif di Indonesia.

Melalui RAMIN Series 36 ini, Fakultas Kehutanan UNTAN berkomitmen untuk terus menghadirkan seminar-seminar inspiratif yang mendukung perkembangan ilmu dan industri kehutanan serta berkontribusi pada pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Bagikan :

Temukan Berita Lainnya

Trenggiling
Ditemukan di Arboretum Sylva UNTAN, Trenggiling Jantan Dievakuasi dan Diserahkan ke BKSDA Kalbar
Tiga orang penjaga hutan adat Desa Setawar Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat.
Menjaga Nafas Leluhur: Kisah Para Penjaga Hutan Adat Rimba Engkulong/BRIS, Rimba Bukit Jundak, dan Rimba Geradok sebagai Warisan Hidup Nenek Moyang di Desa Setawar
Foto bersama seluruh peserta Konsultasi Publik Revisi Dokumen RKTP Kalimantan Barat 2016-2036.
Sinergi Strategis Akademisi Fahutan UNTAN dan DLHK Kalbar: Rumuskan Dokumen Makro Revisi RKTP 2016-2036 Berbasis Multiusaha
Suasana rapat koordinasi tim penyusun Cagar Biosfer MATA PANDAWA di Pontianak.
Sinergi Lintas Sektor: Rapat Koordinasi Tim Penyusun Cagar Biosfer MATA PANDAWA

Tag

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai berita atau detail teknis terkait pengumuman ini? Jangan ragu untuk menghubungi Tim Media Center Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN.