Fakultas Kehutanan UNTAN Gelar KERUING Series #3, Tanamkan Edukasi Rimbawan Sejak Usia Dini

Foto Bersama KERUING Series Fahutan UNTAN dan TK Islam Uswah
(Caption) Sinergi Edukasi: Keceriaan rimbawan cilik dari TK Islam Uswah Pontianak saat berfoto bersama tim Fakultas Kehutanan UNTAN usai pembukaan acara. (Dok. SYLVA MEDIA)

SYLVA MEDIA, PONTIANAK – Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) kembali menyelenggarakan kegiatan KERUING Series #3 (Kegiatan Edukasi Rimbawan untuk Inspirasi Pengetahuan Generasi Muda) pada Kamis, 29 Januari 2026. Selain itu, UNTAN menggandeng TK Islam Uswah Pontianak untuk memperkuat literasi lingkungan sejak usia dini. Program ini menjadi ruang edukatif bagi anak-anak untuk mengenal dunia kehutanan secara menyenangkan. Bahkan, kegiatan ini juga memperkenalkan profesi rimbawan serta nilai-nilai kecintaan terhadap alam.

Menanamkan Cinta Alam Lewat Pendekatan Kreatif

Selanjutnya, Kepala Laboratorium Kimia Hasil Hutan, Dr. Hikma Yanti, S.Hut., M.Si. , membuka secara resmi kegiatan KERUING Series #3 ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memberikan pengetahuan lingkungan melalui pendekatan yang ramah dan kreatif.

“Kami ingin mengenalkan hutan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. Oleh sebab itu, edukasi ini sangat penting agar mereka memiliki rasa sayang terhadap alam sejak kecil,” ujar Hikma Yanti.

Setelah itu, rangkaian acara berlanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Rimbawan. Maka dari itu, panitia berharap nilai nasionalisme dan kebanggaan terhadap hutan dapat tumbuh di hati para siswa. Di sisi lain, Kepala Sekolah TK Islam Uswah Pontianak, Ustazah Nur Amalia, S.Pd, juga menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kolaborasi ini. Beliau menilai kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang luar biasa bagi para peserta didik.

Mengenal Sahabat Hutan: Lebah Kelulut

Kemudian, perwakilan BEM Fakultas Kehutanan UNTAN, Jefriansyah Agus Astanto, menyampaikan materi utama. Dalam sesi ini, ia menjelaskan cara perkembangbiakan lebah kelulut serta manfaat madu yang dihasilkan. Jefriansyah memperkenalkan lebah kelulut sebagai serangga tanpa sengat yang menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Edukasi lebah kelulut oleh BEM di KERUING Series Fahutan UNTAN

Belajar Menyenangkan: Perwakilan BEM, Jefriansyah, mengenalkan sahabat hutan dan manfaat madu kepada anak-anak melalui metode cerita interaktif. (Dok. SYLVA MEDIA)

Selain menjelaskan manfaatnya, ia juga mengajak anak-anak memahami peran lebah dalam proses penyerbukan tanaman. Dengan demikian, hutan dapat terus tumbuh lestari berkat bantuan makhluk kecil tersebut. Jefriansyah menggunakan bahasa yang sederhana dan metode cerita yang komunikatif agar anak-anak lebih mudah memahami materi.

Belajar Langsung di Sylva Trigona Farm

Sebagai puncak acara, para siswa mengunjungi Sylva Trigona Farm, yaitu peternakan lebah milik Fakultas Kehutanan UNTAN. Di lokasi ini, anak-anak melihat langsung bentuk sarang lebah kelulut dan mengenal proses budidayanya. Tidak hanya itu, mereka juga belajar cara memanen madu secara aman dengan pendampingan dari para dosen dan mahasiswa.

Pada akhirnya, kegiatan ini memberikan pengalaman nyata yang sangat berkesan bagi para siswa. Sesi foto bersama antara dosen, mahasiswa, dan guru pengampu menutup seluruh rangkaian acara dengan penuh keceriaan. Oleh karena itu, UNTAN berharap agenda rutin ini terus menginspirasi generasi muda untuk menjaga masa depan hutan Indonesia.

Siswa TK memanen madu di Sylva Trigona Farm UNTAN

Pengalaman Nyata: Para siswa belajar memanen madu kelulut secara langsung dengan bimbingan dosen dan mahasiswa di Sylva Trigona Farm. (Dok. SYLVA MEDIA)

Bagikan :

Temukan Berita Lainnya

Foto bersama seluruh peserta Konsultasi Publik Revisi Dokumen RKTP Kalimantan Barat 2016-2036.
Sinergi Strategis Akademisi Fahutan UNTAN dan DLHK Kalbar: Rumuskan Dokumen Makro Revisi RKTP 2016-2036 Berbasis Multiusaha
Suasana rapat koordinasi tim penyusun Cagar Biosfer MATA PANDAWA di Pontianak.
Sinergi Lintas Sektor: Rapat Koordinasi Tim Penyusun Cagar Biosfer MATA PANDAWA
Praktisi alumni Dedi Armayadi memaparkan materi komersialisasi produk kayu di RAMIN Series-56 Fahutan UNTAN.
RAMIN Series-56 Fahutan UNTAN Bahas Komersialisasi Produk Kayu, Legalitas, dan Ekonomi Sirkuler
Dr Sarah Augustina dari BRIN memaparkan materi impregnasi kayu di Ramin Series-55 UNTAN.
Ramin Series-55: Fahutan UNTAN Gandeng Pakar BRIN Bedah Teknologi Impregnasi untuk Peningkatan Kualitas Kayu

Tag

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai berita atau detail teknis terkait pengumuman ini? Jangan ragu untuk menghubungi Tim Media Center Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN.