SYLVA MEDIA, SIMUNJAN — Pertukaran pengetahuan agroforestri bersama masyarakat lokal menjadi fokus kolaborasi Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) dengan Faculty of Plantation and Agrotechnology, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sarawak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan praktikum ini berlangsung di Sabal Agroforestry Centre atau Sabal Forest Landscape Restoration Centre, Hutan Simpan Sabal, Simunjan, Sarawak, Malaysia, Sabtu (19/9/2026).
Bertajuk Agroforestry for Community Prosperity: Sharing Local Knowledge and Products between Indonesia and Malaysia, program mempertemukan dosen, mahasiswa, pengelola kehutanan, dan masyarakat setempat. Pembahasannya menghubungkan pengalaman pengelolaan agroforestri dengan peluang pengembangan komoditas lokal, sekaligus pembelajaran mengenai pemulihan hutan.
Delegasi Fahutan UNTAN dipimpin Dekan Prof. Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU, didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Ir. M. Sofwan Anwari, S.Si., M.Si., IPU. Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Ir. Nurhaida, S.Hut., M.Si., IPU. serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Reina Suci Wulandari, S.Hut., M.P. Turut serta Ketua Program Studi Kehutanan Dr. Hikma Yanti, Ketua Program Magister Kehutanan Prof. Dr. Emi Roslinda, Sekretaris Jurusan Kehutanan Fathul Yusro, Ph.D., para guru besar, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sarjana serta magister.
Berbagi Pengetahuan Agroforestri bersama Masyarakat
Dalam sesi berbagi pengetahuan, Prof. Emi menyampaikan materi mengenai agroforestri kepada peserta, termasuk masyarakat lokal. Sesi ini menjadi bagian dari pembahasan praktik agroforestri masyarakat yang dapat dipadukan dengan teknik budidaya. Perhatian diberikan pada tanaman obat, komoditas lokal bernilai ekonomi, serta pemanfaatan tanaman sela yang tetap memperhatikan kondisi lanskap.

Pengenalan produk HHBK turut mengangkat tengkawang melalui sesi bertema Tengkawang for Food and Prosperity: Empowering Agroforestry Communities. Sesi ini mempertemukan pembahasan pemanfaatan hasil hutan dengan praktik pengenalan produk kepada peserta.
Pertukaran tersebut menjadi ruang untuk melihat bagaimana pengetahuan lokal dapat dihubungkan dengan pengembangan produk dan pilihan mata pencaharian masyarakat. Arah pengembangan usaha berbasis agroforestri ini relevan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan peningkatan pendapatan sebagai manfaat yang masih diharapkan.
Praktik Pembibitan dan Pemulihan Hutan
Pembelajaran dilanjutkan dengan peninjauan tapak semaian tanaman hutan dan bibit bambu milik Jabatan Hutan Sarawak. Peserta mempelajari teknik perbanyakan bibit jenis lokal sebagai bagian dari penyediaan bahan tanam untuk kegiatan kehutanan.
Delegasi juga mengikuti penanaman pohon bersama di kawasan Sabal. Kegiatan ini menghubungkan pengenalan teknik pembibitan dengan praktik penanaman, sejalan dengan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui perhatian pada pemulihan hutan dan keberlanjutan habitatnya.
Rombongan selanjutnya meninjau plot penelitian silvikultur Eucalyptus dan Titian Harapan untuk mengamati lingkungan hutan. Bagi mahasiswa, pengalaman ini melengkapi pembelajaran di kelas dengan pengamatan langsung terhadap pembibitan, penanaman, dan kondisi tegakan.
Keterlibatan mahasiswa sarjana dan magister dalam diskusi serta praktik lapangan berkaitan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan memperkaya pemahaman mereka mengenai hubungan antara pengelolaan hutan, kebutuhan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

Kolaborasi Fahutan UNTAN, UiTM Sarawak, Jabatan Hutan Sarawak, dan masyarakat setempat juga mencerminkan kemitraan lintas negara yang relevan dengan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman lapangan ini sejalan dengan misi Fahutan UNTAN dalam pengabdian berbasis sumber daya hutan tropis serta kerja sama berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan.
Komentar