SYLVA MEDIA, SIMUNJAN — Mahasiswa Program Magister Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Fahutan UNTAN) mendemonstrasikan pengolahan lemak tengkawang menjadi sabun alami dalam pengabdian kepada masyarakat (PKM) internasional di Sabal Agroforestry Centre, Simunjan, Sarawak, Malaysia, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama Faculty of Plantation and Agrotechnology, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sarawak.
Bertema Tengkawang for Food and Prosperity: Empowering Agroforestry Communities, kegiatan tersebut memperkenalkan pilihan pengolahan hasil hutan bukan kayu (HHBK) melalui demonstrasi dan diskusi. Dosen, mahasiswa UiTM Sarawak, serta pengelola tapak semaian Sabal mengikuti pembahasan mengenai pemanfaatan komoditas lokal yang dikenal masyarakat Kalimantan dan Sarawak.
Pengolahan menjadi sabun diperkenalkan sebagai salah satu peluang menambah nilai guna lemak tengkawang. Pengembangan keterampilan ini berkaitan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peluang usaha berbasis HHBK, sementara peningkatan pendapatan masyarakat masih menjadi manfaat yang diharapkan dari pengembangan produk lebih lanjut.
Demonstrasi Pengolahan Lemak Tengkawang
Dalam sesi praktik, perwakilan mahasiswa S2 Fahutan UNTAN memperagakan pembuatan sabun dengan bahan utama mentega tengkawang atau illipe butter. Demonstrasi menggunakan proses saponifikasi dingin (cold process), yakni pengolahan lemak dengan larutan alkali untuk membentuk sabun.
Tahapan yang diperkenalkan mencakup penimbangan bahan, pencampuran lemak dan larutan alkali, serta pengadukan hingga campuran mengental. Penjelasan juga meliputi penambahan bahan aroma, pencetakan, dan pemotongan agar peserta memperoleh gambaran rangkaian pengolahan.
Setelah demonstrasi, peserta mengamati contoh sabun berbahan lemak tengkawang yang diperlihatkan dalam sesi kegiatan. Pengamatan ini melengkapi penjelasan proses pengolahan dengan pengenalan bentuk produk. Diskusi juga menyentuh pilihan kemasan berbasis kertas daur ulang.

Bagi mahasiswa magister, penyampaian materi kepada peserta dari kampus dan komunitas berbeda menjadi pengalaman menerapkan pengetahuan di luar kelas. Pembelajaran melalui praktik dan pertukaran pengalaman ini sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, sekaligus menghubungkan pendidikan kehutanan dengan kebutuhan pemanfaatan sumber daya lokal.
Nilai Tambah dan Pelestarian Tengkawang
Kegiatan ini mendapat pendampingan Dekan Fahutan UNTAN Prof. Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut., M.Si., IPU, Ketua Program Studi Magister Kehutanan Prof. Dr. Emi Roslinda, S.Hut., M.Si., serta Sekretaris Jurusan Kehutanan Fathul Yusro, Ph.D., bersama jajaran dosen. Dialog dalam kegiatan juga membahas konservasi pohon induk tengkawang dan pengembangan rantai nilai di tingkat masyarakat agroforestri.
Pembahasan tersebut menempatkan pemanfaatan buah dan lemak tengkawang dalam hubungan dengan pemeliharaan pohonnya. Pengembangan produk HHBK diharapkan memberi alasan ekonomi bagi masyarakat untuk mempertahankan tegakan, sejalan dengan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui perhatian pada kelestarian sumber bahan baku.
Kerja sama Fahutan UNTAN, UiTM Sarawak, dan pengelola kehutanan setempat mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman masyarakat dalam memanfaatkan tengkawang. Kemitraan lintas negara yang relevan dengan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan ini menjadi ruang berbagi keterampilan pengolahan HHBK dan pengalaman pengelolaan agroforestri.

Demonstrasi dan pengamatan contoh sabun memberi peserta gambaran tentang salah satu bentuk hilirisasi tengkawang. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal pengembangan produk lokal yang tetap memperhatikan keberlanjutan pohon tengkawang sebagai sumber bahan baku.
Komentar