SYLVA MEDIA, PONTIANAK — Fahutan UNTAN kembali menggelar forum akademik RAMIN Series-55. Kegiatan ini mengangkat tema “Wood Modification: Application of Impregnation Process”. Narasumber yang hadir adalah Dr. Sarah Agustina, M.Si., peneliti dari BRIN di bidang teknologi hasil hutan.
Acara ini berlangsung secara hibrida di Aula Bungur dan melalui Zoom Meeting. Forum ini sukses menjadi ruang temu bagi dosen, mahasiswa, serta peneliti. Dr. Silvia Utari Nur Fauziah Mayang Mangurai bertindak sebagai pemandu acara yang diawali sambutan Dekan Fahutan UNTAN.
RAMIN Series sebagai Ruang Belajar Akademisi
Dekan Fahutan UNTAN menegaskan bahwa RAMIN Series sangat penting untuk wawasan mahasiswa. Terutama bagi mereka yang mengambil mata kuliah kualitas kayu. Melalui pakar riset, mahasiswa tidak hanya belajar teori. Mereka juga mengenal praktik laboratorium dan inovasi biomaterial terbaru.
RAMIN Series-55 membuktikan bahwa belajar bisa dilakukan di luar kelas. Mahasiswa dapat bertemu langsung dengan peneliti isu nyata teknologi kayu. Materi yang dibahas mencakup proses, indikator sukses, hingga peluang riset masa depan.
Mengenal Wood Modification dan Proses Impregnasi
Dr. Sarah menjelaskan bahwa modifikasi kayu perlu dilakukan. Hal ini karena kayu memiliki kelemahan alami. Meskipun ramah lingkungan, kayu tetap bisa kembang-susut. Material ini juga rentan terhadap serangan rayap dan jamur.
Modifikasi kayu bertujuan meningkatkan sifat dasar material tersebut. Dengan begitu, keawetan dan kegunaannya akan berkembang luas. Tekniknya mencakup chemical, thermal, surface modification, densification, impregnation, hingga compregnation.
Fokus utama materi kali ini adalah proses impregnasi. Teknik ini memasukkan bahan tertentu ke dalam struktur kayu. Bahan tersebut bisa berupa polimer, resin, wax, hingga senyawa organik. Tujuannya adalah memperbaiki stabilitas dimensi dan ketahanan air.
Bahan Impregnan dan Faktor Keberhasilan Perlakuan Kayu
Proses impregnasi bisa dilakukan dengan atau tanpa tekanan. Metode tanpa tekanan meliputi pelaburan, dipping, hingga soaking. Sementara itu, metode tekanan mencakup full cell dan vacuum-pressure method.
Pada proses vacuum-pressure, kayu dimasukkan ke tabung khusus lalu divakum. Setelah udara berkurang, bahan impregnan dimasukkan dengan tekanan tinggi. Setelah cukup waktu, bahan dikeluarkan dan sampel dikondisikan.
Keberhasilan proses ini diukur melalui beberapa parameter. Di antaranya adalah penambahan bobot (weight percent gain), retensi, dan kedalaman penetrasi. Faktor lain seperti anatomi dan densitas awal kayu juga sangat menentukan.
Membaca Perubahan Struktur Kayu
Dr. Sarah memaparkan studi kasus menggunakan bahan phenol formaldehyde dan polyethylene glycol. Tiap bahan punya cara berbeda dalam memperbaiki kayu. Ada yang mengisi rongga sel, ada pula yang membentuk ikatan kimia baru.
Peneliti menggunakan alat canggih seperti SEM, FTIR, dan NIR untuk melihat perubahan tersebut. Alat SEM berguna melihat endapan bahan pada pori kayu. Sementara itu, FTIR dan NIR digunakan untuk membaca perubahan susunan kimianya.
Green Technology dan Arah Riset Baru
Bagian akhir materi menyoroti konsep green technology. Ada peluang besar dalam penggunaan nanoteknologi seperti nanosilika. Penggunaan bahan dengan emisi rendah juga terus dikembangkan. Bahkan, bahan alami seperti tanin mulai dipadukan agar lebih ramah lingkungan.
Selain itu, diperkenalkan juga riset material baru seperti wood sponge dan wood aerogel. Hal ini membuktikan bahwa kayu bisa menjadi material fungsional yang bernilai tinggi.
FAQ: Seputar Teknologi Impregnasi dan Modifikasi Kayu
Apa itu wood modification?
Wood modification atau modifikasi kayu adalah upaya teknis untuk mengubah dan memperbaiki sifat dasar kayu agar performa, stabilitas dimensi, densitas, durabilitas, serta kegunaannya meningkat tajam. Dalam penerapan teknologi hasil hutan, teknik ini menjadi langkah vital untuk menutupi kelemahan alami pada material kayu.
Apa yang dimaksud dengan impregnation process?
Impregnation process (proses impregnasi) merupakan metode khusus untuk memasukkan bahan tertentu ke dalam struktur rongga sel kayu. Bahan tersebut dapat berupa resin, polimer, monomer, wax, oil, maupun senyawa lain yang dirancang khusus guna meningkatkan kualitas serta performa pemakaian kayu tersebut.
Mengapa stabilitas dimensi kayu itu sangat penting?
Stabilitas dimensi sangat penting karena kayu memiliki sifat higroskopis yang membuatnya sangat mudah mengalami kembang-susut akibat perubahan kadar air di sekitarnya. Jika kita berhasil meningkatkan stabilitas dimensinya, kayu tersebut akan jauh lebih awet dan potensial digunakan pada aplikasi berat yang menuntut ketahanan bentuk maksimal.
Apa manfaat materi ini bagi mahasiswa kehutanan?
Melalui materi komprehensif ini, mahasiswa memperoleh wawasan nyata mengenai alur riset laboratorium, indikator keberhasilan modifikasi kayu, pengenalan instrumen pengujian mutakhir, hingga peluang besar dalam pengembangan biomaterial. Selain itu, materi ini efektif membuka wawasan akademis mereka mengenai penerapan tren green technology di sektor hasil hutan.