Workshop Lanskap Mendawak: Kolaborasi Perlindungan Keanekaragaman Hayati untuk Keberlanjutan Usaha dan Kesejahteraan Masyarakat

Rabu, 31 Mei 2023 – Universitas Tanjungpura. Dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-64 Universitas Tanjungpura, Fakultas Kehutanan menggelar Workshop Lanskap Mendawak dengan tema “Kolaborasi Perlindungan Keanekaragaman Hayati untuk Keberlanjutan Usaha dan Kesejahteraan Masyarakat di Lanskap Mendawak”.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura.

Workshop ini menjadi wadah bagi para ahli, praktisi, dan akademisi dalam bidang kehutanan, konservasi alam, dan pembangunan berkelanjutan untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan, dan merancang kolaborasi dalam rangka melindungi keanekaragaman hayati di lanskap mendawak.

Lanskap mendawak merupakan kawasan yang terdiri dari hutan, lahan pertanian, dan pemukiman manusia yang saling terhubung. Saat ini lanskap mendawak di Kalimantan Barat menghadapi berbagai tantangan dan masalah, seperti konversi hutan menjadi lahan pertanian, perubahan iklim, kerusakan ekosistem, dan konflik antara kepentingan konservasi dan pembangunan.

Oleh karena itu, perlindungan keanekaragaman hayati dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem, keberlanjutan usaha, dan kesejahteraan masyarakat di lanskap mendawak Kalimantan Barat.

Dalam workshop ini, peserta akan diajak untuk memahami pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati dalam konteks lanskap mendawak. Mereka juga akan mendiskusikan berbagai strategi dan langkah konkret untuk membangun kerjasama antara pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, perusahaan, masyarakat, dan akademisi, dalam menjaga keberlanjutan usaha dan kesejahteraan masyarakat di lanskap mendawak.

Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut, M.Si, IPU, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura, menyampaikan harapannya terhadap kegiatan workshop ini, “Kami berharap melalui workshop ini, para peserta dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inovasi dalam melindungi keanekaragaman hayati di lanskap mendawak. Kolaborasi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan akan menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keberlanjutan dan keseimbangan ekosistem.”

Workshop ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa, terutama yang berasal dari Program Studi Kehutanan, untuk terlibat dalam diskusi dan bertukar ide dengan para pakar dan praktisi di bidangnya. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperluas wawasan dan memperkaya pengetahuan mereka dalam pengelolaan lanskap mendawak yang berkelanjutan.

Partisipasi aktif dari berbagai pihak diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan strategi yang konkret dalam perlindungan keanekaragaman hayati, pengembangan usaha berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di lanskap mendawak.

Dalam workshop ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara Fakultas Kehutanan Universitas dengan mitra strategis sebagai bagian dari upaya nyata dari Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura dalam mendorong kolaborasi dan pemahaman yang lebih baik terkait perlindungan lingkungan, keanekaragaman hayati, dan pembangunan berkelanjutan.

Bagikan :

Temukan Berita Lainnya

Trenggiling
Ditemukan di Arboretum Sylva UNTAN, Trenggiling Jantan Dievakuasi dan Diserahkan ke BKSDA Kalbar
Tiga orang penjaga hutan adat Desa Setawar Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat.
Menjaga Nafas Leluhur: Kisah Para Penjaga Hutan Adat Rimba Engkulong/BRIS, Rimba Bukit Jundak, dan Rimba Geradok sebagai Warisan Hidup Nenek Moyang di Desa Setawar
Foto bersama seluruh peserta Konsultasi Publik Revisi Dokumen RKTP Kalimantan Barat 2016-2036.
Sinergi Strategis Akademisi Fahutan UNTAN dan DLHK Kalbar: Rumuskan Dokumen Makro Revisi RKTP 2016-2036 Berbasis Multiusaha
Suasana rapat koordinasi tim penyusun Cagar Biosfer MATA PANDAWA di Pontianak.
Sinergi Lintas Sektor: Rapat Koordinasi Tim Penyusun Cagar Biosfer MATA PANDAWA

Tag

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai berita atau detail teknis terkait pengumuman ini? Jangan ragu untuk menghubungi Tim Media Center Laboratorium Terpadu Fahutan UNTAN.